Laporkan Aktivis, NU Tetap Membuka Diri

Laporkan Aktivis, NU Tetap Membuka Diri

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sikap tegas namun berjiwa besar nampak dilakukan NU dalam menyikapi dugaan pencemaran nama baik terkait statemen aktivis M.Yunus Wahyudi (45).

Pasalnya meski hari ini, Rabu siang (13/9/17) Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LKBH-NU) telah resmi melapor ke Polres Banyuwangi.

Namun NU dan komponen lembaga masih membuka pintu penyelesaian kepada Aktivis yang tinggal di Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo tersebut.

Yunus yang dikenal sebagai aktivis cukup vokal dilaporkan dalam kasus dugaan pencemaran nama baik secara kelembagaan dan personal Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Wakil wakilnya H. Nanang Nur Ahmadi.

Hal ini menyusul tudingan di alamatkan kepada keduanya telah mendapatkan sejumlah aliran dana dari pengelola tambang emas Gunung Tumpang Pitu dimasa IMN sampai PT BSI.

Yunus juga menyebut ada istilah Kyai Perampok dilingkaran PCNU Banyuwangi yang menurut Yunus itu justru di ucapkan kyai sepuh.

Yunus dilaporkan melakukan perbuatan melanggar pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo pasal 27 Undang-undang ITE dan pasal 311 ayat 1 KUHP, menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan dan bahwa orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut tidak benar.

“Kalau hukum dia harus bisa membuktikan, bukan asal omong saja,” kata Misnadi yang hadir di Mapolres Banyuwangi bersama 6 pengacara lain Moch Iqbal, SH, Eko Sutrisno, SH, Nur Khoriri, SH, Anwar Fauzi, SH, MH, Syaiful Bahri, SHI, MH dan Alex Budi Setiyawan, SH, MH. GP Ansor Banyuwangi Kota dan sahabat Banser dan sejumlah lembaga Badan Otonom (Banom) Banyuwangi.

Namun demikian menurut Misnadi, para Kyai sebagai Muslim yang Rahmatan Lil Alamin akan mempertimbangkan kembali laporan itu bila Yunus meminta maaf dan mencabut statemennya di publik.

“memberi maaf adalah perbuatan mulia, Apalagi saudara Yunus mengaku sebagai warga NU dan Pagar Nusa,para Kyai NU tentu cinta perdamaian tapi kalau dia mau menyelesaikan dengan baik mencabut statemennya. kalau tidak, proses hukum harus berjalan,” pungkasnya. (kin).

Komentar

comments