Kumpulkan Dana Suap Pengesahan APBD, Gubernur Jambi Zumi Zola Ditahan KPK

Kumpulkan Dana Suap Pengesahan APBD, Gubernur Jambi Zumi Zola Ditahan KPK

Faktanews.co.id- Datang sekitar pukul 10 pagi untuk memenuhi pemeriksaan kedua sebagai tersangka dana Gratifikasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Gubernur Jambi, Zumi Zola Senin (9/4).

Zumi ditahan KPK setelah diperiksa selama sekitar delapan jam, Zumi keluar dari lobi gedung KPK sekitar pukul 18.51 WIB dengan mengenakan pakaian tahanan KPK rompi warna orange.

Sebagai Gubernur Jambi, Zumi Zola ditetapkan tersangka pada 2 Februari lalu, Zumi sempat memenuhi pemeriksaan pertama sebagai tersangka pada 15 Februari lalu namun politisi yang mantan artis senetron ini tak memenuhi panggilan penyidik pada 2 April lalu.

Zumi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait sejumlah proyek di lingkungan pemerintah Provinsi Jambi.

Keluar dari dalam gedung KPK Zumi tidak mengeluarkan keterangan apapun kepada sejumlah media yang menanti di luar gedung KPK.

Zumi memilih langsung masuk ke dalam mobil tahanan KPK dengan dikawal sejumlah petugas KPK.

“ZZ ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di Kav. C,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah.

Zumi diduga telah menerima gratifikasi sebesar 6 miliar rupiah bersama-sama dengan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi non aktif Arfan.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12B atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 no 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Arfan ditangkap oleh KPK bersama-sama Plt Sekda Provinsi Jambi nonaktif Erwan Malik, Asisten Daerah III Provinsi Jambi nonaktif Saifudin, serta seorang anggota DPRD Supriono, terkait dugaan adanya ‘duit ketok’ yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018.

Uang yang berasal dari rekanan Pemprov Jambi tersebut dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018

“ZZ ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di Kavling C-1,” ungkap Juru Bicara Febri Diansyah saat di konfirmasi di Jakarta, Senin (9/4).

Sebelum dilakukan pemeriksaan, pihak Zumi mengatakan akan mematuhi keputusan KPK jika memang hari ini dilakukan penahanan terhadapnya.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Zumi, Handika Honggowongso.

“Kalau hari ini harus menjalani penahanan, kami akan patuh,” kata Handika di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/4).

 Sebelum menetapkan tersangka Zumi Zola, KPK menyita sejumlah uang bentuk dollar AS dan rupiah hasil penggeledahan dilakukan di tempat tinggal Zumi Zola dan saksi.

Uang dollar AS dan rupiah itu disita dalam penggeledahan dari Rumah Dinas Gubernur Jambi Zumi Zola, Villa Zumi Zola, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan rumah seorang saksi di Jambi Rabu (31/1/2018) hingga Kamis (1/2/2018) dini hari.

KPK juga menyita beberapa dokumen terkait perkara yang sedang ditangani tersebut

Sebelum menjadi politikus, Zumi Zola dikenal sebagai aktor Senetron dan layar lebar.

Zumi Zola terjun ke dunia politik Pada 2011-2016 (jadi Bupati Tanjung Jabung Timur)

Zumi Zola terjerat dalam pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) bersama tiga tersangka suap ‘ketuk palu’ Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi tahun 2018 masing-masing nggota DPRD Provinsi Jambi periode 2009-2014 Supriono, Asisten Daerah Bidang III Pemerintah Provinsi Jambi Saipudin, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Jambi Arfan.

Uang suap mengalir diduga dilakukan agar anggota DPRD Pemerintah Provinsi Jambi bersedia hadir di rapat pengesahan APBD 2018. (hay).

Komentar

comments

Tagged with