Kumpulkan Dana Suap Anggota DPRD, Gubernur Jambi Dan Kepala Dinas Jadi Tersangka KPK

Kumpulkan Dana Suap Anggota DPRD, Gubernur Jambi Dan Kepala Dinas Jadi Tersangka KPK

Faktanews.co.id- “KPK tetapkan dua tersangka baru yaitu ZZ, Gubernur Jambi 2016-2021. kemudian ARN Kepala Dinas Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Penjelasan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) soal penetapan tersangka ZZ yaitu Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi satu tersangka lain ARN adalah Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan.

Arfan sebelumnya sudah berstatus tersangka dalam kasus suap RAPBD Jambi tersebut.

Sementara menurut Basaria, Gubernur Jambi periode 2016-2021, Zumi Zola dijadikan tersangka karena dugaan terima suap terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12B atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 no 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Perkara yang menjerat keduanya (Zumi Zola dan Arfan) sehingga menyandang status tersangka adalah hasil pengembangan perkara kasus suap pengesahan RAPBD Jambi 2018.

Sebelum menetapkan tersangka, KPK menyita sejumlah uang bentuk dollar AS dan rupiah hasil penggeledahan dilakukan di tempat tinggal Zumi Zola dan saksi.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, uang dollar AS dan rupiah itu disita dalam penggeledahan dari Rumah Dinas Gubernur Jambi Zumi Zola, Villa Zumi Zola, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan rumah seorang saksi di Jambi Rabu (31/1/2018) hingga Kamis (1/2/2018) dini hari.

KPK juga menyita beberapa dokumen terkait perkara yang sedang ditangani tersebut.

“Tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan uang dalam bentuk dolar Amerika dalam penggeledahan di tiga lokasi,” kata Basaria, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Seperti diketahui, Pesenetron dan aktor layar lebar yang terjun ke dunia politik Pada 2011-2016 (jadi Bupati Tanjung Jabung Timur) itu mulai banyak disebut dalam kerangka korupsi sejak operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 28 November 2017 di Jambi dan Jakarta.

Dari OTT tersebut KPK menetapkan empat tersangka suap ‘ketuk palu’ Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi tahun 2018.

Empat tersangka masing-masing anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2009-2014 Supriono, Asisten Daerah Bidang III Pemerintah Provinsi Jambi Saipudin, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Jambi Arfan.

Uang suap mengalir diduga dilakukan agar anggota DPRD Pemerintah Provinsi Jambi bersedia hadir di rapat pengesahan APBD 2018. (*hay).

Komentar

comments

Tagged with