KPK Alihkan Hasil OTT THR Dikampus Kepada Polisi, Bukti 1.200 dolar AS dan Rp 27,5 juta

Faktanews.co.id.–Hasil Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ) diserahkan pelimpahan kasus ke kepolisian Polda Metro Jaya.

Ini dilakukan KPK, terkait dalam penyidikan kasus dengan barang bukti pungli untuk tunjangan hari raya (THR) itu sebesar 1.200 dolar AS dan Rp27,5 juta itu, tidak ditemukan unsur penyelenggara negara dalam kasus tersebut.

“Setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara sehingga selanjutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi KPK maka KPK melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian RI untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, (22/5/2020).

Sebelumnya, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Rabu (20/5) siang.

“Benar, pada Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 WIB, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5) malam.

Dijelaskan, kegiatan tangkap tangan itu berawal adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

Uang itu hasil dari permintaan kepada  kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR (Tunjangan Hari Raya) masing-masing Rp5 juta diperintahkan untuk  dikumpulkan kepada Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ).

Selanjutnya, tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti dengan mudah mengamankan Dwi Achmad Noor dan barang bukti.

“barang bukti uang sebesar 1.200 dolar AS dan Rp27,5 juta,”jelas Karyoto.

Komentar

comments