Korupsi Bedah Rumah, Sekdes Gintangan Dituntut 2,6 Tahun, dan Kembalikan Uang Negara

Palu HakimFaktanews.co.id.(Banyuwangi)- Proses hukum Kasus bedah rumah desa Gintangan Kec. Rogojampi, Banyuwangi, telah mengancam hukuman penjara denda kepada terdakwa Plt. Sekretaris Desa    setempat, Nasta’in.

Kasus dugaan Korupsi dengan no perkara. 37/pid.sus/tpk/2015/pn.Sby. Jaksa penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa sekretaris desa ( Sekdes) Gintangan Nastain selama 2,6 tahun denda 50 juta 4 bulan.

Bahkan didepan Sidang majelis hakim tipikor Jawa Timur Di Surabaya yang diketuai Jalili SH tersebut. JPU masih mewajibkan Nasta’in mengembalikan uang negara sebesar 268 juta bila tidak dibayar terdakwa harus ditambah kurungan 8 bulan penjara.

Kasus korupsi bedah rumah desa gintangan merupakan hasil penyidikan Polres Banyuwangi yang di limpahkan kepada Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Dana program Tahun 2012 tersebut senilai 2,8 milyar, Sejauh ini penyidik masih hanya menempatkan Nastain yang bisa diajukan kepada proses hukum, selebihnya masih dalam tahap pengembangan.

Awalnya terbongkar kasus korupsi, ketika dana bantuan pemerintah yang mestinya harus diterima oleh penerima bantuan atau tim pendamping masyarakat (TPM) ternyata diketahui dimasukkan pada rekening Plt. Sekdes Gintangan Nastain.

Pengembangan penyidikan juga telah ditemukan indikasi korupsi dana tersebut untuk kepentingan pribadi terdakwa Nastain.

Kaspidsus Kejari Banyuwangi Arief Abdillah Kamis (7/5) mengatakan, terdakwa Nastain dijerat dengan pasal 3. ayat 1 Undang –undang Tipikor no 31 tahun 1999 yang diubah UU. Tipikor No 20 tahun 2001.

“ Soal putusan hukuman ada di tangan hakim, namun kita sudah melakukan penuntutan kepada terdakwa kurungan 2,6 tahun, denda 50 subsider 4 bulan. Terdakwa juga di wajibkan mengembalikan uang negara sebesar Rp. 268 juta. Kalau tidak bisa mengembalikan akan ditambah penjara kurungan 8 bulan.” Tegas Arief.(makin).

Komentar

comments

Tagged with