Korban Diduga Karena Miras dan Pengakuan Keluarga

Korban Diduga Karena Miras dan Pengakuan Keluarga

Faktanews,co.id.-(Banyuwangi)- Seperti didaerah lain banyak warga meninggal setelah menegak minuman keras (miras) oplosan, di Banyuwangi meski baru dugaan korban Miras terjadi pada tujuh orang.

Dalam kejadian berbeda, empat orang meningggal di RSUD Blambangan Banyuwangi dan lainnya menghembuskan nafas terakhir di lokasi ataupun dirumah.

Sementara dari korban dari lokasi berbeda, Eko 32 tahun satu dari lima warga yang diduga teler setelah minum miras dan tidak sadarkan diri ( mulut bau alkohol) sudah mulai siuman setelah mendapat perawatan dan pengawasan di ruang internal IIIC RSUD Blambangan, wartawan yang sempat mengajak ngobrol nampak matanya mengalami penurunan penglihatan.

Penelusuran dilapangan terdapat beberapa orang yang meninggal dunia diduga akibat miras, Sadely (42) warga Glagah, sudah harus menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (15/04). Agus Rudiansah 23 tahun, warga Jalan Raung Kelurahan Singotrunan Kecamatan Kota, meninggal Senin (16/04).

Hendra Bayu 24 tahun, warga RT 01/ RW 02 Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Selasa (17/04). Dan Alex 25 tahun, warga Jalan KH Wahid Hasyim 30 RT 02/ RW 02 Banyuwangi, meninggal Rabu (18/04) dini hari sekitar pukul 01:00 WIB.

Sedangkan dua orang lainnya meninggal namun keluarganya keberatan untuk diambil visum, langsung dimakamkan, Sugihartono 44 tahun, warga Lingkungan Gaplek RT 02/ RW 01 Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah, yang diduga pula meninggal akibat minuman beralkohol dimakamkan Selasa (17/04),

Sementara Sofyan Hadi 35 tahun, warga Kelurahan Temenggungan Kecamatan Kota, dimakamkan di pemakaman Lingkungan Kalilo, Rabu (18/04).

Menurut Indrawati, adik alm. Sugihatono, kakaknya diketahui menegak minuman keras, Sabtu (14/04). Bahkan saat itu Mas Tono, demikian sapaan akrab kakaknya, sempat bertengkar dengan temannya yang biasa minum miras bersama sebelum akhirnya diajak pulang selanjutnya tidur

Keesokan harinya, kata Indriwati, Mas Tono, sudah ditemukan tidak bernyawa lagi di dalam rumahnya di Jalan Rengganis 504 Lingkungan Gaplek Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah.

Indrawati mengakui meski kakaknya punya banyak penyakit, diantaranya penyakit paru-paru, namun kakaknya yang sehari-hari bekerja sebagai sopir masih sering mengkonsumsi minum-minuman keras bersama teman-temannya.

“Karena sudah meninggal di rumahnya sendiri keluarga keberatan membawa ke rumah sakit. Namun ada petugas dari Puskesmas Paspan dan Petugas Polsek Glagah yang kesini. Katanya Mas Tono terkena serangan jantung,’’ ungkapnya.

Sedang Kisyati, orang tua Sofyan Hadi, mengaku tidak banyak mengetahui kejadian persis yang menimpa anak sulungnya tersebut.

‘’Saya baru tahu setelah ada ramai-ramai di rumah teman Sofyan di Temenggungan. Katanya Sofyan tergeletak sudah tidak bernyawa lagi,’’ papar Kisyati.

Karena sudah meninggal, lanjut Kisyati, pihak keluarga keberatan untuk membawanya ke rumah sakit guna dilakukan visum terhadap jasad Sofyan. Sofyan telah dimakamkan di pemakaman Lingkungan Kalilo, Rabu pagi

‘’Tapi ketika ada teman anak saya yang bersedia membiayai visum, keluarga juga keberatan karena keluarga keberatan jasad Sofyan dibedah,’’ kata Kisyati.

Sementara itu Sugeng, orang tua Hendra Bayu (24), salah satu korban meninggal keracunan di RSUD Blambangan,  anaknya meninggal akibat minuman arak. Selain ada pengakuan dari anaknya, juga dari aroma bau alkohol yang sempat dihirupnya ketika merawat anaknya saat teler berat dan muntah-muntah.

Menurut Sugeng, anaknya jelas-jelas diajak pesta miras bersama empat temannya di sekitar perkebunan Kali Bendo, Licin, Minggu (15/04) siang. Namun yang disesalkan keluarga kok hanya anaknya yang meninggal, sedang lainnya selamat setelah dirawat jalan serta rawat di sebuah klinik di Glagah,

Sedangkan Hendra Bayu sepulang minum miras langsung masuk kamar karena kondisinya lemah dan muntah-muntah dengan bau alkohol sangat menyengat dari mulut anaknya.

‘’Saya berusaha memberikan pertolongan dengan memberikan air kelapa muda. Tapi tidak mempan, anak saya masih muntah-muntah,’’ jelasnya.

Saat masih bisa diajak komunikasi, anaknya mengaku habis minum arak. Sugeng tidak begitu percaya atas pengakuan anaknya.

‘’Sebab kalau minum arak tidak separah itu. Bahkan kok hanya anak saya,’’ tambahnya.

Karena kondisi kesehatan Hendra Bayu terus memburuk, dirinya membawanya ke RSUD Blambangan untuk mendapat perawatan intensif. namun  Hendra Bayu kedahuluan kejang-kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Sugeng segera akan meminta pertanggungjawaban teman anaknya tersebut. Pasalnya, hingga kini belum ada niatan baik dari orang yang telah menghilangkan nyawa anaknya tersebut. Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Blambangan, anaknya dinyatakan tidak memiliki riwayat penyakit.

‘’Namun setelah minum arak, anak saya bisa begini. Anak saya agak terlambat sehingga racunnya keburu menyebar keseluruh tubuh. Bahkan anak saya sempat mengeluhkan matanya yang tidak bisa untuk melihat,” aku Sugeng, Kamis (19/04). (re/kin).

Komentar

comments

Tagged with