Konflik Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) Api Dalam Sekam

Drs. Teguh Sumarno MM

Drs. Teguh Sumarno MM

Faktanews.co.id. Banyuwangi-  Sepintas tak ada masalah yang menghantui Universitas Banyuwangi ( UNIBA). Perguruan tinggi yang beralamat  Jl. ikan tongkol No. 12 nampak beroperasi tak ada kendala, tertib, aman dan damai dibawah kendali sang rektor  Drs.Teguh.S.MM.

Padahal, pasca demo 2 ( dua ) kali bulan maret lalu terkait legalitas Rektor terpilih kembali dan Yayasan versi PAW. rentetan kejadian  yang terungkap tak terselesaikan membayangi perjalanan dan masa depan Universitas Banyuwangi ( UNIBA).

Dosen, rektor dan yayasan adalah kubu- kubu yang saling berhadapan – hadapan.

Pasca dibekukannya Uniba oleh Pangkalan Data Perguruan Tinggi ( PDPT) dan surat dari Kopertis VI tentang Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) yang dimiliki Rektor sudah di copot

Tentu saja Mahasiswa – mahasiswa kebingungan, Mahasiswa yang terlanjur kuliah di Uniba bingung karena khawatir tidak bisa menyandang pangkat Akademisi dan ijasah tidak sah / illegal.

Menurut sumber terpercaya. Konflik yang terjadi pada uniba dikarenakan lembaga pendidikan ditangani dengan cara politik. contohnya karena kepentingan ambisi, tak sedikit tatanan pendidikan atau AD/ART di Uniba dirubah tanpa persetujuan dari pendiri yayasan itu, ini juga menyalahi aturan.

Selain itu masalah lainya ketika Yayasan tidak mau dan tidak berani melantik rektor yang diduga cacat hukum dalam pemilihannya serta sebelumnya sudah menjabat lebih yang sudah ditentukan justru yayasan sah di bubarkan  padahal pendiri tidak pernah membubarkan yayasan.

Salah satu pengurus yayasan mengatakan, permasalahan bermula pada pertengahan tahun 2013. Perintah Dikti ( Direktorat Perguruan Tinggi ) bahwa Dosen di UNIBA harus di validasi.

Dalam vallidasi juga bermaksud, pegawai negeri tidak boleh merangkap jabatan. Bukan pegawai TPK, tapi Guru dan Kepala Sekolah yang sudah negeri tidak boleh menjabat di Universitas.

Kalau ini tidak dilaksanakan maka PDPT (Pangkalan Data Perguruan Tinggi) di jakarta akan di bendung antara lain Sidos (Sertifikasi Dosen Beasiswa) dan data lainnya tidak akan turun.

Dijelaskan pula Yang melaksanakan validasi itu Rektor bukan Yayasan. Namun rektor tidak melaksanakan sampai sekarang sebab bila hal itu dilakukan maka, Rektor yang terpilih Tahun 2013 tidak Sah.

Pengurus lain mengatakan, pemilihan Rektor tidak memenuhi syarat dan cacat hukum, karena tidak memenuhi quorum. Begitu pula soal pelantikan rektor tidak sah karena buntut tidak dilantiknya rektor oleh yayasan, yayasan justru dibubarkan, diganti dengan yaysan baru untuk melantik padahal yayasan belum sah karena tidak terdaftar pada MENKUMHAM.

Sayangnya Hingga saat ini belum ada komentar apapun dari Rektor UNIBA bermasalah Drs.Teguh.S.MM.

Banyak pihak khawatir, kalau konflik UNIBA tidak kunjung selesai akan membawa dampak semua pihak dari dosen, yayasan, mahasiswa dan komponen lainnya Terkait Uniba (*kin)

Komentar

comments

Tagged with