Konflik Tak Berhenti, Untag Banyuwangi Berstatus Pembinaan Dikti

Konflik Tak Berhenti, Untag Banyuwangi Berstatus Pembinaan Dikti

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Pangkalan data Direktorat Pendidikan Tinggi memasukkan Universitas 17 Agustus (Untag) Banyuwangi kedalam status Pembinaan.

Akibatnya, perguruan tinggi swasta cukup terkenal di Banyuwangi ini, harus memutar otak bagaimana nasib ratusan dosen dan kenyataan pahit nasib legalitas mahasiswanya yang saat ini tercatat 3.454 orang.

Sebab status pembinaan merupakan istilah yang digunakan DIKTI untuk Perguruan Tinggi yang di nonaktifkan.

Status pembinaan bisa diartikan pula pembekuan sehingga mengakibatkan seluruh aktivitas dan keabsahan legalitas mahasiswa.

Dalam penelusuran Faktanews.co.id. pada website pangkalan data Dikti, status Untag Banyuwangi tercatat dalam katagore Pembinaan sejak kemarin siang hingga tadi pagi bisa di akses melalui Website Dikti.(24/3).

Sumber Faktanews.co.id mengatakan. Penurunan status Untag Banyuwangi dari aktif menjadi pembinaan, merupakan akibat tak terpisahkan dari masalah-masalah konflik internal Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perpenas) yang pecah menjadi dua, perpenas kubu Sugihartoyo dan kubu Perpenas Waridjan.

Kedua Perpenas ini selain berseteru di PTUN juga terlibat polemik hukum perdata dengan Yayasan Pendidikan Nasional (Yapenas) 17 Agustus 1945 dalam keabsahan sebagai pemilik dan penyelenggara seluruh lembaga pendidikan mulai dari TK, SLTA hingga Untag Banyuwangi.

Dalam putusan gugatan intervensi majelis hakim menyatakan, perbuatan para tergugat Intervens (Perpenas kubu Sugihartoyo maupun Perpenas Kubu Waridjan) dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum, sehingga seluruh aset dan penyelenggaraan yang selama ini dikuasai perpenas dua kubu tersebut harus diserahkan kepada Yapenas.

Putusan Mejelis hakim dalam no perkara 223/pdt.G/2015 tertanggal 9 Januari 2017 ini, mempertegas keputusan MA tahun 1999 yang berhak penyelenggara pemilik lembaga pendidiksn 17 Agustus 1945 adalah akte no 9 (Yapenas), namun demikian dua kubu Perpenas masih berupaya banding.

Dalam penyelengaraan Untag Banyuwangi, Dua kubu Perpenas lebih dominan berkonflik hingga sempat saling berebut fhisik berebut menyelenggarakan pendidikan 17 Agustus Banyuwangi.

Hingga diberitakan, belum ada pihak yang mau berkomentar resmi terkait status Untag Banyuwangi. Tutut Hariyadi, Rektor Untag Kubu Waridjan dan Andang Subahariyanto, Rektor Untag kubu Sugihartoyo belum bisa dihubungi.

Namun menurut salah satu dosen aktif Untag Banyuwangi Wi mengatakan, status pembinaan dalam istilah penanganan perguruan tinggi sama saja dengan dibekukan.

“persoalan tindakan Dikti hingga seperti ini, karena konflik kelembagaan internal dua Perpenas dan Yapenas, kalau seperti ini kasihan mahasiswa jadi korban,” katanya.(*kin).

Komentar

comments