Konflik Perpenas Berujung Penganiayaan, Pengelolaan Lembaga Pendidikan 17 Agustus Milik Yapenas

Siswa SMA 17 Agustus Menuju Diknas Protes Penganiayaan Guru

Siswa SMA 17 Agustus Menuju Diknas Protes Penganiayaan Guru

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Ditengah jadwal pembacaan putusan hakim terkait konflik hukum gugatan intervensi Yapenas terhadap perpenas kubu Sugihartoyo dan Perpenas kubu Waridjan berlagsung di Pengadilan Negeri Banyuwangi. ditempat yang tak jauh terjadi kegaduhan berujung penganiayaan kepada sejumlah guru SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Senin (9/1/2016).

Mereka dipukul oleh sekelompok pria ketika akan memasuki area sekolah yang mengakibatkan luka memar dibagian wajah.

Awalnya penganiayaan dialami Wakil Sekolah Umum, Drs Mardi Sukoto yang hendak masuk area sekolah, tiba-tiba dihadang sekelompok oleh kawanan pria, diantaranya Pelni Rompies, Hari PR dan Heri alias Ateng.Watch Full Movie Online Streaming Online and Download

Guru yang juga wakil kepala sekolah itu tangannya dipegang dua pria tersebut sementara Pelni Rompies memukul. Pemukulan kembali berlanjut ketika dua guru lain Agus Suryanto dan Titin Dahlian, tiba dipintu gerbang sekolah. Agus yang nekad ingin masuk mendapat bogem mentah di wajah dari Pelni Rompies, yang dikenal sebagai mantan petinju nasional.

Sejumlah murid yang mengetahui dan mendengar kejadian berekasi bersama sejumlah siswa-siswi dengan melakukan unjuk rasa melapor ke Dinas Pendidikan Banyuwangi sebagai bentuk keprihatinan.

Informasi yang diterima Faktanews.co.id kisruh berujung penganiayaan tersebut merupakan bagian perseteruan Perpenas kubu Waridjan versus Perpenas kubu Sugihartoyo. lembaga yang sama -sama merasa menaungi pengolaan , termasuk Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi dan SMA 17 Agustus 1945 dan 11 unit lainya

Pengusiran sengaja dilakukan karena ketiga guru, baik Drs Mardi Sukoto, Agus Suryanto SE dan Titin Dahlian guru dari kubu Perpenas Drs, Waridjan telah diberhentikan oleh Perpenas Kubu Sugihartoyo sejak Sabtu (7/1/2017) kemarin. karena dinilai kurang loyal pada lembaga.

“pak Mardi sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Banyuwangi,” kata sejumlah guru.

Akibat kejadian tersebut, jam belajar siswa semestinya hingga pukul 13.00 terpaksa dipulangkan lebih cepat hanya pukul 11 siang.

Sementara itu digedung PN Banyuwangi, Sidang petusan Gugatan Intervensi Yapenas terhadap Perpenas Kubu Sugihartoyo maupun Kubu Waridjan, majelis hakim terdiri ketua majelis Putu Endru Sonata SH.MH dengan anggota hakim Heru Setiadi dan Wahyu Widodo SH.MH. menolak gugatan provisi dua kubu perpenas. “hak pengelolaan pendidikan maupun aset merupakan hak Yapenas,” kata majelis hakim dalam putusannya (9/1/2016(*)

 

Komentar

comments