Kompak, Dua Istri Wakil Bupati Menang Lagi Pilkades

Kompak, Dua Istri Wakil Bupati Menang Lagi Pilkades

Faktanews.co.id.– Sering nampak kompak dua istri Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo yang menggunakan baju sama pada pemungutan didua desa berbeda berhasil menjabat kembali menjadi kepala desa.

Ini jabatan kepala desa kedua bagi keduanya, Halla Unaryanti (48) dan Fedriana Anitasari (33) yang saling berhungan sangat baik dan sering nampak berdua termasuk dalam acara resmi suaminya sebagai Wabup Blitar.

Halla Unaryanti (48), istri pertama Wakil Bupati Blitar berhasil menjabat kembali setelah menang dalam pilkades Desa Bendosewu, Kecamatan Talun.

Daru Total jumlah pemilih 4.388 orang, Halla unggul jauh  suara dengan perolehan 2.213, sementara pesaing kuatnya tertinggal M Anwar Zen tertinggal dengan perolehan  mendapatkan 1.283 suara.

“Terima kasih atas amanah yang diberikan kembali kepada kami. Tentunya ini semua adalah dukungan dari warga untuk membawa Bendosewu lebih baik lagi,” kata Halla.

Seperti diketahui, dalam gawe politik desa setiap enam tahun sekali ini dari 518 calon kepala desa yang bertarung, Dua wanita yang keduanya merupakan istri Wabup Blitar Marhaenis Urip Widodo sama-sama menjadi magnet pelaksanaan Pilkades serentak pada 15 Oktober 2019, Di Kabupaten Blitar 15 Oktober 2019.

Pilkades yang berlangsung hari Selasa itu diikuti 167 desa yang tersebar di 22 kecamatan se-Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Fedriana Anitasari, istri kedua dari Wakil Bupati Blitar dengan penawaran agenda yang belum optimal untuk diselesaikan jika terpilih kembali, berhasil unggul mengalahkan dua lawannya menjadi Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Talun.

Dari 3.539 pemilih, terdapat di tiga dusun, yaitu Dusun Kembangarum, Dusun Wonorejo dan Dusun Mungkung.Di Desa Wonorejo, Fedriana Anitasari unggul jauh dari dua pesaingnya yang sama-sama laki-laki,

Fedriana meninggalkan jauh dengan  mengantongi 2.275 suara sedangkan  Karmaji mendapatkan suara 211 suara dan Muslim Andri Mawanto 328 suara.

Bagi Fedriana 33 tahun menjadi kepala desa bukan hanya keinginan untuk menjadi pemimpin, melainkan lebih pada pencapaian tentang citra perempuan dan pembuktian antara karier dan keluarga sama-sama jalan.

“Dari sini saya termotivasi sebagai perempuan ikut dalam pembangunan Indonesia,” kata Fedriana.(wak/hay).

Komentar

comments

Tagged with