Kinerja Optimal Kejari Banyuwangi 2018

Kinerja Optimal Kejari Banyuwangi 2018

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-Meskipun beberapa orang baru menjabat di Kejari Banyuwangi, kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Banyuwangi tahun 2018 masih optimal dan berhasil mengembalikan Uang Negara sebesar Rp. 1.534.635.772.- ( Satu miliard lima ratus tiga puluh empat juta enam ratus tiga puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh dua rupiah.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Adhonis SH. MH, hal semua itu dapat tercapai berkat kebersamaan dan kerja sama yang baik.

”walaupun beberapa orang baru menjabat Kasi (Kepala Seksi) di Kejari Banyuwangi, namun, berkat kerja samanya, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses.

Dan yang paling penting, penegakan hukum harus di nomer satukan, tidak boleh pandang bulu, begitu juga dengan penyelamatan keuangan negara yang dilakukan oleh Kejari Banyuwangi,” Paparnya.

Kajari didampingi Kasi Intel, Pidsus, Datum dan Pidum menerangkan bahwa dalam tahun 2018 hingga bulan Juni, Kejari Banyuwangi melalui Pidana Umum ( Pidum) telah menghasilkan uang dinas atau hasil dinas yang bersumber dari denda perkara, uang rampasan, denda tilang dan lainnya senilai Rp. 1.534.635.772.- ( Satu miliar lima ratus tiga puluh empat juta enam ratus tiga puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh dua rupiah.

Lebih jauh Bagian Intel telah melakukan penyelesaian enam perkara printug yang telah dilaporkan dan renpam pada saat Pilkada.

Andonis menambahkan dari Pidsus, Kejari Banyuwangi telah menangani perkara LIT untuk tahun 2018 dan kinii sudah ditingkatkan menjadi DIK umum dan satu diantaranya sudah dilakukan penahanan kepada tersangka.

Sedangkan perkara penuntutan ada dua perkara dan sudah ditahan dan segera dilimpahkan untuk proses persidangan.

Sedangkan eksekusi ada dua perkara dan telah menyelamatkan keuangan negara dari perkara korupsi senilai Rp. 550 juta.

Bukan hanya itu ” Untuk Datun sendiri, Kejari Banyuwangi telah melakukan MoU sebanyak 25 kegiatan dengan BUMD dan beberapa instansi di kabupaten banyuwangi.

Dan legitasi atau persidangan ada satu dan non legitasi ada 85 kegiatan, yaitu membantu BUMN menagih tunggakan ,ditambah legal opini atau memberikan pendapat hukum terhadap instansi, tiga kegiatan serta dar pendampingan telah melakukan pemulihan keuangan negara denilai Rp. 870 juta,”pungkasnya. (kur/kin).

Komentar

comments