Ketua Partai DiLaporkan Kejagung, Bupati dan Kadispendik Dilaporkan KPK

Ketua Partai DiLaporkan Kejagung, Bupati dan Kadispendik Dilaporkan KPK

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Usai menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi serta Kejaksaan Agung, Lsm Somasi dan Forum Pemantau Aset Negara (FPAN) kepada Faktanews.co.id. menyampaikan agenda pokoknya di Jakarta tersebut.

Menurutnya, ada beberapa persoalan dugaan korupsi yang dia bawa agar juga jadi atensi penegak hukum pusat di Jakarta.

Pertama, persoalan penambang pasir milik ME yang notabene Pimpinan salah satu partai di Banyuwangi, karena selain sudah habis ijinnya dan melebihi kapasitas luas ijin, ME menurut Pelni melakukan pelanggaran hukum pada persoalan lain yaitu bagi-bagi dana untuk beli suara pada Muscab KONI Banyuwangi tahun 2015 agar terjadi aklamasi kepada satu orang calon ketua.

“Sudah, kita sedang perjalanan pulang ke Banyuwangi, sebelumnya kita ke KPK laporan korupsi Sekolah, Rabo kemarin kita di Kejagung laporkan Pak Michel (Michel Edi Hartono) dalam rangka pelaporan dugaan gratifikasi pada Muscablub KONI tahun 2015, dan pelanggaran perijinan galian C,” katanya,(16/11).

Sementara itu, Ketua LSM Somasi Suparmin SH yang bersama Pelni ke Jakarta menjelaskan, kegiatan pembangunan gedung SMK Negeri 2 Tegalsari, Kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur, senilai 9,6 milyar rupiah diduga mengandung kolusi dan korupsi.

“Yang terlapor terlapor Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Sulihtiyono, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Banyuwangi, Kami menduga ada kongkalikong.

Contohnya adalah tanah yang digunakan untuk lokasi bangunan SMKN itu adalah milik ayah kandung Bupati Abdullah Azwar Anas,” cetusnya

Selain itu terkait gedung menurut Pelni mengatakan, tahun anggaran APBD 2016 telah dilakukan tender proyek senilai 9,6 M untuk Sekolah tersebut.

“Atap dibangun, selain itu yang dibangun yang mana lagi?. Untuk syarat-syarat pendirian gedung sekolah? di sekitar situ banyak sekolah-sekolah swasta yang masih eksis dan berjalan,” ungkap mantan Atlet Tinju tersebut.

Hingga saat ini belum klarifikasi resmi Kadispendik Banyuwangi, Drs.Sulihtiyono MM dihubungi media ini melalui WhatsApp pada (16/11/17) pukul 19.36 WIB, belum memberikan jawaban.(ver/kin).

Komentar

comments