Ketua PAN Banyuwangi Satu Dari Beberapa Terluka Dalam Kisruh Kongres PAN Di Kendari

Ketua PAN Banyuwangi Satu Dari Beberapa Terluka Dalam Kisruh Kongres PAN Di Kendari

Faktanews.co.id.- (Kendari)–Akibat Ricuh Kongres V PAN yang digelar di Claro Hotel Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara hari ini dikabarkan mengakibatkan beberapa orang mengalami luka.

Korban luka secepatnya mendapat perawatan darurat dengan perban dibagian luka setelahnya mereka kembali tetap masuk mendekati tempat kongres.

Dalam video dan foto yang diterima redaksi, kericuhan Saling hantam lempar kursi di lantai I tepatnya di ballroom Claro Hotel itu terjadi antara kader pendukung internal PAN kubu Mulfachri Harahap versus kubu Zulkifli Hasan.

Kisruh itu terjadi karena sebagian mereka berkeinginan adanya sterilisasi ruang rapat ada didalam ruang kongres saat pemilihan suara hanya untuk mereka yang punya hak pilih.

Selain belum ada kabar bagian hotel tempat kisruh mengalami kerusakan berarti, tak jelas berapa orang luka dalam kejadian tersebut, ada yang menyebut 10 luka ada yang menyebut 30 orang namun ada yang menyebut hanya 3 orang luka.

“Banyak diantara mereka tidak mau keluar, akibatnya bentrok fhisik terjadi, dari kami ada 30 korban luka,” kata Asri Anas politikus PAN dari kubu Caketum Mulfachri.

Sementara itu, korban luka dalam kongres PAN di Hotel Claro satu diantaranya merupakan kader PAN dari Jawa Timur yaitu Ketua DPD PAN Banyuwangi, H Sugiharto, SE, Msi.

Mantan Anggota DPRD Banyuwangi ini harus ditangani medis dengan beberapa jahitan di bagian dahi usai salah satu kursi mengenai kepalanya hingga keluar darah.

“sudah..Alhamdulillah semua sudah baik, Kondusif,” katanya.(11/2/2020).

Seperti diketahui, memanasnya antar peserta Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) ini dikabarkan sejak kemarin, Senen siang (10/2/2020).

Sebagian dari peserta protes dengan nada suara tinggi meminta panitia menutup proses pendaftaran peserta kongres.

Tanda keributan itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita.

Kericuhan dikendari yang hampir berujung adu fhisik itu terkait waktu pendaftaran yang dicurigai tak sesuai atau melebihi batas waktu yang sudah ditetapkan.(lic/hay).

Komentar

comments