Kerja Puluhan Tahun Upah Tak Layak, Sopir Tangki Pertamina Tetap Perjuangkan Hak

Kerja Puluhan Tahun Upah Tak Layak, Sopir Tangki Pertamina Tetap Perjuangkan Hak

Faktanews,co.id.-(Banyuwangi)- Mempraktekkan kepolosan sebagai warga negara dari kalangan rakyat kecil terkadang malah berujung tak jelas nasibnya.

Ini dialami para sopir tangki di Banyuwangi, mengaku Lama mengabdi hingga lupa hak- hak sebagai sopir tangki namun nasib mereka kini malah terkatung – katung pasca mogok kerja yang dilakukan sebelum hari lebaran idul fitri baru lalu.

Para sopir mengaku sebagian diantaranya sudah puluhan tahun masa kerjanya, namun hak-hak layak tidak diterima dari tempatnya kerja disalah satu anak perusahaan rekanan Pertamina cukup mentereng, Patra Niaga (PPN).

Para pekerja sopir bagian yang ikut berperan memajukan perusahaan itu justru harus berjuang mati-matian ketika harus menerima haknya.  

Salah satu sopir tangki Syamsul Arifin mengatakan, tuntut ini adalah hak yang seharusnya terbayarkan.

Tuntutan para sopir tangki Banyuwangi ini dikatakannya terbilang wajar bahkan terkesan seadanya dibandingkan masa lama kerja, jam kerja namun pendapatan minim serta perlindungannya terkesan nihil.

“Kami minta uang gaji kami, Uang lembur dan uang makan,” katanya.

Lebih jauh Samsul mengungkapkan, selama ini mereka di gaji 2,5 Juta tiap bulan.

“Namun perawatan truk tangki, makan dan lain-lain harus dari kantong kami sendiri, kira-kira apa sisanya cukup untuk kebutuhan kami dalam sebulan,” ungkap Syamsul Arifin didepan kantor Disnaker Banyuwangi Jl.KH Agus Salim,(27/7).

Hal senada di sampaikan perwakilan yang mengaku dari Federasi Buruh Transfortasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) dari Surabaya, Aldo.

Dia menjelaskan, pihaknya akan mengawal tuntutan sopir tangki BBM agar hak-hak terkabulkan.

Aldo menjelaskan hasil pertemuan mewakili para sopir tangki dengan Pihak Disnaker yang diwakili bagian Mediator, Junaidi.

“yang membidangi ini Pak Junaidi, beliau mengatakan kawan-kawan ini statusnya masih di PPN, makanya ketika proses ini berlanjut apakah nanti itu akan ada perundingan lagi antara Pertamina Pusat dengan Serikat Buruh,” ungkapnya.(pr/kin)   

Komentar

comments