Kerahkan Massa Karena Ditipu BTN, Eksekusi Rumah Anggota DPRD Ditunda

Kerahkan Massa Karena Ditipu BTN, Eksekusi Rumah Anggota DPRD Ditunda

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)-Merasa ditipu oleh ulah BTN, Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Partai Nasdem kerahkan massa untuk mencegah Eksekusi Rumah yang ditempati.

Pelaksanaan eksekusi atas sebidang tanah dan segala sesuatunya yang melekat berdiri di atasnya seperti yang tertuang dalam sertifikat hak milik no 1003 sebenarnya akan di lakukan oleh juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada Kamis, (22/2/2018).

Tidak ada petugas keamanan dari polisi Polsek setempat maupun Polres dilokasi yang akan dilakukan eksekusi.

Sementara itu untuk mencegah petugas eksekusi, Ali Mustofa dan sejumlah massa melakukan penghadangan dijalan dengan berorasi.

Massa yang diperkirakan berjumlah 35 orang itu, membentangkan berbagai kalimat-kalimat tulisan menuding sikap BTN yang menipu.

Mereka juga mengungkap kekecewaan terhadap sikap Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Diketahui, sebelum proses eksekusi atas bangunan rumah ini, penghuni rumah Ali Mustofa sudah di Annmaning 2 kali melalui surat petugas Juru sita Pengadilan negeri Banyuwangi tertanggal 12 Desember 2018 dan 9 Januari 2018.

Dua surat Annmaning (peringatan) itu berdasar surat penetapan nomor no 34/pdt.Eks/2017/PN Banyuwangi tertanggal 6 Desember 2017.

Dalam surat yang ditanda tangani ketua PN Banyuwangi Purnomo Amin Tjahyo SH.MH itu isinya memerintahkan panitera PN Banyuwangi memanggil Ali Mustofa untuk datang menghadap ketua PN Banyuwangi pada 20 Desember 2017 guna ditegur atau diperingatkan agar melakukan pengosongan rumah tersebut secara sukarela untuk melaksanakan risalah lelang nomor 441/48/2017.

Kepada sejumlah wartawan, Ali Mustofa mengatakan, dirinya merasa di tipu oleh petugas BTN.

Pasalnya rumah yang berada di perumahan dadapan seluas 225 M2 tersebut dia beli dari pemilik sebelumnya melalui proses oper kredit yang dilakukan di kantor BPN.

Namun setelah pembayaran itu hingga kini belum dilaksanakan balik nama oper kredit oleh BTN.

“saya sudah membayar kepada pemilik rumah asal yang kredit Di BTN. kalaupun kredit saya membayar bukan tidak mampu, saya merasa di tipu oleh BTN,” Kata Ali disambut yel-yel massa pendukungnya.

Petugas keamanan maupun juru sita dari PN Banyuwangi, diketahui berada di Balai Kantor Desa Dadapan Kecamatan Kabat, Banyuwangi wilayah pemerintahan obyek yang akan dieksekusi mengambil keputusan untuk dilakukan penundaan pelaksanaan eksekusi.

Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Samsusdin mangatakan, pihaknya tetap akan membantu keamanan pelaksanaan eksekusi namun demikian perlu adanya kesiapan serta mengetahui duduk persoalan sebelumnya.

Menurutnya, hal itu sangat penting agar semua pihak memahami keputusan Pengadilan sehingga pelaksanaan eksekusi menjadi aman dan lancar.

“tetap, Kita lakukan pengamanan, setidaknya seminggu sebelum pelaksanaan kita diberitahu, sehingga kita (polisi) bisa persiapkan bantu keamananan,” katanya. (kin).

Komentar

comments