Kembangkan Wisata”10 Bali Baru” Jokowi Undang Konglomerat dan orang terkaya Indonesia

Kembangkan Wisata”10 Bali Baru” Jokowi Undang Konglomerat dan orang terkaya Indonesia

Faktanews.co.id.-Sejumlah orang terkaya tanah air hadir ke Istana Kepresidenan menghadiri undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (25/6) sore.

Sejumlah bos perusahaan besar Indonesia ini diminta ikut berperan membangun sejumlah wilayah di Indonesia.

Undangan ke Istana Kepresidenan kemarin menjadi yang ketiga dalam bulan Juni ini dengan mengundang hadirkan para pengusaha (konglomerat).

Sebelumnya pada 13 Juni lalu, Presiden mengundang pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Jokowi mengatakan, saat itu ia ingin mendapat masukan dari para pelaku usaha terkait kinerja perdagangan nasional yang terus mengalami defisit dalam beberapa tahun belakangan serta pertumbuhan investasi yang cenderung melambat.

Sehari sebelumnya Jokowi juga mengundang pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke Istana.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta Kadin dan Hipmi memanfaatkan peluang perang dagang yang terjadi di pasar global saat ini.

Sementara itu, dalam pertemuan Selasa (25/6) sore, nampak para konglomerat hadir di Istana Kepresidenan, seperti Chairul Tanjung sebagai bos CT Corp, Hary Tanoesoedibjo dari MNC, Dato’ Sri Tahir sebagai bos Mayapada Group. Gandi Sulistyo managing director Sinarmas, Peter Sondakh bos Rajawali Corpora, Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono bos rokok Djarum.

Dalam pertemuan itu Presiden Jokowi didampingi Menteri Perencanan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menko Perekonomian Darmin Nasution. Pertemuan berlangsung tertutup sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

Mengutip rilis majalah ekonomi Forbes dari Amerika Serikat, daftar orang terkaya Indonesia 2018 Hartono bersaudara adalah orang terkaya Indonesia memiliki harta 35 miliar dolar AS, Eka Tjipta Wijaya pendiri grup Sinarmas yang diwakili Gandi Sulistiyo memiliki harta 8,6 miliar dolar AS, dan Dato’ Sri Tahir memiliki kekayaan 4,5 miliar dolar AS.

Chairul Tanjung memiliki kekayaan 3,5 miliar dolar AS, Peter Sondakh memiliki kekayaan 1,7 miliar dolar AS, dan Hary Tanoesoedibjo memiliki kekayaan 980 juta dolar AS.

“Presiden minta supaya para pengusaha hotel ini bisa membuka hotel di 10 lokasi baru, khususnya NTB. Karena NTB sudah dipersiapkan infrastrukturnya, airport akan diperbesar. Jadi, Bapak Presiden meminta supaya partisipasi dari pengusaha hotel untuk segera membuka hotelnya supaya ramai,” kata pendiri Mayapada Group, Dato’ Sri Tahir di Istana Negara, Selasa (25/6).

Menurutnya lokasi disebut “10 Bali Baru” meliputi pengembangan hotel di beberapa lokasi Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Pulau Seribu di Jakarta, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Gunung Bromo di Jawa Timur, Wakatobi di Sulteng, Labuan Bajo di NTT, dan Morotai di Maluku Utara.

Menurut Tahir, para pengusaha yang hadir ke Istana menyambut positif permintaan Presiden Jokowi untuk. Menurut dia, tindak lanjut pertemuan sore ini adalah perencanaan pembangunan hotel yang akan dilakukan dalam waktu dekat membangun hotel di 10 titik baru tersebut

Tahir menyebut, fokus paling dekat adalah pembangunan hotel di Lombok, NTB, karena tdak berapa lama lagi jadi tuan rumah gelaran balap sepeda motor kelas dunia, MotoGP.

Namun demikian, Tahir berharap pemerintah pada sektor pariwisata di Lombok pun harus dikembangkan secara jangka panjang tanpa bergantung pada gelaran MotoGP saja.

“Saya pikir bukan GP-nya yang menarik, tapi adalah tourismnya yang menarik, jangan hanya GP-nya. GP setahun sekali ya sisanya, GP kan sehari, 356 hari apa yang kita lakukan,” kata Tahir.

Lebih jauh tahir menilai, pembangunan hotel dan resort dalam skala besar di Mandalika, Lombok, diyakini mampu menciptakan pasar turisme cukup besar. Seperti kawasan memiliki 20 hotel berbintang tentu akan menarik wisatawan asing untuk singgah.

Mayapada Group, ujar Tahir, sudah memiliki usaha perhotelan di Bali, Surabaya, dan Batam. Sesuai permintaan Presiden, Tahir menyebutkan, akan menyeriusi rencana pembangunan di 10 titik baru, khususnya Lombok.

Menurut Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer, Presiden memanggil sejumlah pengusaha properti untuk turut membangun Mandalika di NTB. “Karena Mandalika sudah dipromosikan, sudah mulai dibangun. Jadi, intinya Presiden menyatakan Mandalika is open for businessuntuk pengusaha besar dalam negeri,” kata dia di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Sementara itu, dikutip dari tagar nusantara,  tahun 2019 ini Presiden Jokowi mentargeget kunjungan wisatawan ke Indonesia mencapai 20 juta orang. menurut Jokowi negara tetangga Malaysia sudah mampu mengelola wisata hingga dikunjungi 24 juta turis sedangkan Thailand mencapai 27 juta turis.

“ini harus meloncat diatas 20 juta, saya sudah bilang ke menteri Pariwisata,”kata Jokowi. (re/hay).

Komentar

comments

Tagged with