KEJATI Jatim Terima 18 Tersangka Korupsi DPRD

KEJATI Jatim Terima 18 Tersangka Korupsi DPRD

Faktanews.co.id.- Dinilai proses penyidikan seleai, KPK telah melimpahkan berkas 18 tersangka anggota DPRD Kota Malang dalam kaitan kasus dugaan suap terkait APBD-P Kota Malang tahun 2015 untuk segera diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya, Belasan tersangka wakil rakyat itu bahkan sudah dibawa ke Surabaya, Jawa Timur.

Ke-18 anggota DPRD Kota Malang itu ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk kepentingan persidangan di Surabaya, penahanan para tersangka suap itu dititipkan di Rutan Klas I Surabaya dan Cabang Rutan Klas I Surabaya pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Kemarin dilakukan pelimpahan barang bukti dan 18 tersangka TPK (tindak pidana korupsi) suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015 ke penuntutan (tahap dua),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (24/7/2018).

Dalam kasus ini, fee yang diterima dua pimpinan dan 19 anggota DPRD Malang diduga berasal dari Wali Kota Malang Mochamad Anton dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemkot Malang Jarot Edy Sulistiyono.

Belasan anggota DPRD itu menjadi tersangka setelah KPK melakukan pengembangan perkara ini. Dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang, KPK lebih dulu menetapkan dua tersangka, mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono. Arief diduga menerima suap Rp 700 juta dari Edy untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tersebut.

Dengan pelimpahan para tersangka itu, tim Jaksa Penuntut Umum KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap 18 anggota dewan itu. Setelah itu, surat dakwaan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

“Rencananya sidang akan dilakukan di PN Tipikor Surabaya,”kata Febri.

Sementara itu, 18 orang tersangka anggota DPRD Kota Malang yang tersandung kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015 itu tiba di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Selasa (24/2018) sekira pukul 07.30 WIB.

Mereka tiba dengan menggunakan bus kejaksaan dan pengawalan ketat kepolisian. Penahanan mereka akan dititipkan ke Kejati sembari menunggu proses sidang.

Berikut daftar tersangka kasus suap anggota DPRD Kota Malang:

  1. Sulik Lesyowati, dari Fraksi Demokrat/anggota Badan Anggaran
  2. Bambang Sumarto, selaku Ketua Komisi C
  3. Abdul Hakim, selaku Ketua DPRD Kota Malang proses Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan M Arief Wicaksono sebagai anggota Badan Anggaran.
  4. Imam Fauzi, Ketua Komisi D
  5. Syaiful Rusdi dari Fraksi PAN
  6. Tri Yudiani dari Fraksi PDIP
  7. Suprapto dari Fraksi PDIP/anggota Badan Anggaran
  8. Sahrawi, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  9. Mohan Katelu dari Fraksi PAN
  10. Salamet dari Fraksi Gerindra
  11. HM Zainudin, Wakil Ketua DPRD Kota Malang
  12. Wiwik Hendri Astuti, Wakil Ketua DPRD Kota Malang
  13. Heri Pudji Utami dari Fraksi PPP
  14. Abd Rachman dari Fraksi PKB
  15. Hery Subianto dari Demokrat
  16. Rahayu Sugiarti, Wakil Ketua DPRD Kota Malang
  17. Sukarno dari Fraksi Golkar
  18. Yaqud Ananda Gudban, Ketua Fraksi Hanura-PKS/Ketua Badan Legislasi (saat ini mundur dari keanggotaan DPRD Kota Malang).

Asisten Pidana Khusus (Aspidus) Kejaksaan Tinggi Didik Farkhan A, membenarkan terkait pelimpahan ke 18 orang tersebut. Ia menyatakan, kejaksaaan dalam hal ini hanya menerima titipan tahanan KPK.

“Kita (Kejaksaan Tinggi Jatim) hanya menerima titipan saja dari KPK. 13 orang kita tahan di Rutan Kejati Jatim, sisanya di Rutan Medaeng,” katanya kepada Wartawan. (su/ham).

Komentar

comments

Tagged with