Kayu Trembesi Tebangan Disepadan Jalan Pesanggaran Masih Dipertanyakan, Pemilik Penggergajian Kabur

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Hasil Tebangan Kayu disepadan jalan yang masuk wilayah Pesanggaran ditemukan berada disebuah penggergajian kayu milik seorang warga Kecamatan Bangorejo YT.

Belum ada konfirmasi terkait spekulasi bahwa kayu tersebut dimanfaatkan secara pribadi oleh oknum Camat Pesanggaran.

Yang pasti, beberapa awak media yang berusaha menelusuri informasi warga  menemukan keberadaan kayu berjenis Trembesi yang telah dibelah menjadi beberapa lembar dengan panjang sekitar 2 sampai 2,5 meter ketebalan sekitar 7-8 centimeter.

Sayangnya, pemilik penggergajian (Yt) tidak bisa memberi keterangan lebih jauh asal usul kayu, apakah dapat membeli atau sekedar menggergaji serta berapa jumlah keseluruhan kayu tersebut.

“Maaf saya belum bisa jawab, saat ini saya sedang kurang enak badan, nanti lain kali saja datang kesini lagi,”elak YT  terburu-buru meninggalkan tempatnya.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Penebangan 9 batang kayu Trembesi dan Nyamplung disepadan jalan di wilayah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi yang awal permohonan warga untuk perempesan.

Salah satu tokoh warga Budi Santoso, menyebut jika surat permohonan warga telah dirubah secara sepihak oleh camat sehingga permohonan perempesan menjadi penebangan sampai habis.

Belakangan warga menuding camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan telah memanfaatkan hasil kayu penebangan itu untuk kepentingan pribadinya.

“Selain itu sebelumnya camat juga sudah memotong kayu lainnya dan kayunya diduga dikirim diwilayah kecamatan Bangorejo,” ungkap Budi Santoso beberapa waktu yang lalu kepada awak media.

Poniran pelaksana penebangan mengatakan, apa dia kerjakan diperintah oleh camat Pesanggaran untuk melakukan penebangan dengan ongkos diberi rencek, pohon nyamplung dan dua pohon trembesi.

Lebih jauh Poniran juga mengakui, jika pohon nyamplung sudah dijualnya kepada seseorang di sekitar Kecamatan Muncar, hasil penjualan digunakan untuk membayar upah tenaga tebang.

Poniran juga mengaku Camat Sugiyo meminta dibuatkan sirap dari kayu hasil tebangan sedangkan ongkos pembuatan sirap tiap kubuk Rp.700 ribu ditanggung dirinya.

“Tiga pohon trembesi sisanya diminta Pak camat untuk dibuatkan sirap bahan meja, Pak camat tahunya bersih sudah diantar kerumahnya,” terang Poniran dilokasi penebangan.

Sementara itu, Camat Pesanggaran Sugiyo Darmawan tak menampik ada penebangan 9 batang pohon terdiri dari 5 pohon trembesi dan 4 pohon nyamplung dan itu juga berdasarkan surat permohonan warga yang disampaikan ke kepala desa Sumbermulyo.

Terkait biaya operasional penebangan pohon itu diakui Sugiyo sangat mahal, sedangkan Kecamatan tidak menyediakan anggaran termasuk biaya membuat sirap bahan meja yang dipesannya.

“Sirap itu nanti akan digunakan sebagai gazebo Mantor Kecamatan Pesanggaran, karena selama ini kita belum pernah menganggarkan untuk buat gazebo,” katanya.(*kin).

Komentar

comments