Kata Mereka Soal BBM Naik dan Janji Jokowi Tidak Impor Komoditas

Kata Mereka Soal BBM Naik dan Janji Jokowi Tidak Impor Komoditas

Faktanews.co.id.– “Dulu oposisi nangis-nangis saat kenaikan BBM. Sekarang BBM sudah naik tinggi, tidak nangis-nangis,” kritik Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo dalam diskusi bertema Politik Copras-Capres di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4).

Ungkapan Roy ini menyindir partai pimpinan Megawati (PDI Perjuangan) saat menjadi oposisi bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) era 2004-2014 hingga nangis sebagai reaksi menolak kenaikan harga BBM.

Namun saat ini PDI-P diam ketika era Presiden Joko Widodo saat ini harga BBM melambung tinggi bahkan hanya diam ketika impor berbagai komoditas terus meningkat.

“Kami rindu kritik PDI Perjuangan dulu ketika masih oposisi,” katanya.

Lebih jauh, Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria dalam kesempatan itu selain mempertanyakan kebijakan harga BBM naik juga menyoal meningkatnya komoditas impor. Bahkan, pemerintah berencana mengimpor dosen dari mancanegara.

“Jokowi janji mau buka sepuluh juta lapangan pekerjaan, tapi malah mengeluarkan Perpres Tenaga Kerja Asing. Ada 66 janji Jokowi, termasuk tidak impor, membuka lapangan kerja. Tapi, dosen, tenaga kerja asing impor,” ucap Riza.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai Jokowi memang luar biasa, tapi nilainya cuma enam.

“Kami tetap ingin ganti presiden 2019,” kata Mardani di kesempatan itu

Tak ingin terus dikritik, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu yang juga jadi pembicara dalam diskusi membela partainya.

“Seharusnya sekarang tugas oposisi memberikan alternatif dan kritik,” kata Masinton.

Menurutnya, program pemerintahan Joko Widodo nyata.

“pembangunan yang dilakukan Jokowi tidak semata-mata untuk meningkatkan daya saing, tapi, juga mengoneksikan antar wilayah di Indonesia,”katanya. (jac/hay).

Komentar

comments

Tagged with