Karena Gas Beracun, Sementara Pengunjung Dan Penambang Dilarang Mendekati Kawah Ijen

Karena Gas Beracun, Sementara Pengunjung Dan Penambang Dilarang Mendekati Kawah Ijen

Faktanews.co.id.- Menyusul potensi aktivitas semburan asap dan gas belerang belum menunjukkan mengalami penurunan yang bisa membahayakan pengunjung, akhirnya pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur melakukan penutupan sementara kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen (23/3/2018).

Dalam surat edaran bernomor SE. 03/K2/BIDTEK.1/KSA kepala BKSDA mengatakan, sejak tanggal 22 maret 2018 dini hari telah terjadi aktivitas semburan asap dan gas beleramng dikawasan TWA gunung ijen dengan konsentrasi tinggi.

Ini menurut kepala Balai BKSDA Jawa Timur, Dr. Nandang Prihadi S.Hut. M.Sc untuk meminimalisir dampak negatif terhadap pengunjung wisata Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang memiliki ketinggian 2.368 meter dari permukaan laut di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondosowo tersebut.

“maka dilakukan penutupan sementara kegiatan kunjungan di TWA. mulai tanggal 23 maret 2018 sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya dalam kutipan surat edaran (23/3/2018).

Seperti diketahui, Selama dua hari ini sejak tanggal 21 Maret 2018 atau 22 Maret 2018 dini hari, aktivitas kegempaan Gunung Ijen yakni gempa vulkanik dangkal mengalami peningkatan pada beberapa hari terakhir, curah hujan di kawasan lereng Gunung Ijen juga tinggi,

Warga di Kali Banyupahit dan Watucapil Bondowoso mengalami keracunan gas yang berasal dari Kawah Ijen di daerah Banyupait Sempol Bondowoso. keracunan gas belerang ditandai gejala sesak nafas dan muntah-muntah.

Seridaknya, sekitar 30 orang dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dirawat di Puskesmas Sempol, Puskesmas Tlogosari dan RS Koesnadi Bondowoso.

Sementara PVMBG telah menurunkan tim ke lapangan untuk menganalisis penyebab munculnya gas beracun tersebut.

Oleh karenanya, siapa saja mendekati radius 1 kilometer dari bibir kawah merupakan bahaya maka sementara waktu wisatawan dan para penambang tidak diperbolehkan naik ke Kawah Ijen.

Dikutip dari CNN, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Bambang Heri Purwanto mengatakan fenomena munculnya bualan yang menyebabkan gas beracun merupakan aktivitas rutin kawah Gunung Ijen.

“Setiap tahun, gas beracun itu muncul pada musim hujan, terutama pada bulan Januari hingga Maret karena permukaan suhu dingin, namun di dalam kawah panas, sehingga terjadi bualan atau letupan yang membawa material gas,” katanya kemarin. (ku/kin).

Komentar

comments

Tagged with