Dibiarkan, Kapal LCT Sritanjung II Tenggelam

IMG_20160608_234913

Kapal LCT Sritanjung II Tenggelam, Rabu petang (8/6).

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)-Salah satu kapal milik Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi yang di kelola oleh PT BPS, kapal LCT Sritanjung II akhirnya tenggelam di Selat Bali dalam kondisi tidak beroperasi berada di dermaga Bulusan.

Kapal yang biasa di sebut Kapal Sritanjung biru dan berusia cukup tua ini, seakan pasrah digerus ombak Selat Bali malam ini sekitar pukul 18.41 wib.

“ya kapal LCT Sritanjung seharusnya docking kalau tidak harus keluar dari lintasan, itu dulu mas. kalau untuk tenggelam kita masih selidiki yang pasti kapal off dan sandar,” kata penyelenggara unit pelabuhan (Syahbandar) Ketapang, Ispriyanto melalui salah satu staf nya Widodo.

Kapal LCT Sritanjung II Tenggelam

Kapal LCT Sritanjung II Tenggelam, Rabu petang (8/6).

Namun, managemen PT. BPS masih enggan berkomentar lebih jauh terkait kelayakan LCT Sritanjung II yang tenggelam sendirinya dengan body kapal yang rapuh tak terawat.

Perlu diketahui Pemkab. Banyuwangi mempunyai 2 kapal LCT, masing-masing LCT Sritanjung I dan II yang di kelola oleh PT. Putra Blambangan Sejati (PBS).

Kapal tersebut dibeli saat Bupati Banyuwangi di jabat oleh. Ir. Samsul Hadi.

Sayangnya, dalam perjalanannya dua kapal LCT yang melayani angkutan barang penyeberangan Ketapang – gilimanuk dan sebelumnya banyak berjasa terhadap PAD Banyuwangi tersebut, terseok-seok oleh persaingan kapal penyeberangan lain.

Managemen yang rapuh dengan beban hutang kanan kiri serta kurangnya solusi pemecahan dari pemerintahan Kabupaten Banyuwangi memperparah pembiaran terhadap kondisi kapal.

“itu lo hutang mulai tahun 2011 lalu hanya 100 jutaan. di cicil hingga sekarang saja tidak tuntas-tuntas,” kata Hm pegawai salah satu bengkel perkapalan.

Ungkapan nyata dari sumber terpercaya Faktanews.co.id tersebut, seakan memberi gambaran kebangkrutan PT.PBS yang kini masih menangani Kapal Sritanjung I. dan tidak menutup kemungkinan menunggu giliran mengalami nasib sama seperti tenggelamnya LCT Sritanjung II.

“Kita ini karyawan juga sering telat bayaran mas,” kata Ar. (makin/van).

Komentar

comments