Kapal Indonesia Siaga Terhadap Klaim Cina Terhadap Perairan Natuna, Kapal Vietnam Sempat Lakukan Perlawanan

Kapal Indonesia Siaga Terhadap Klaim Cina Terhadap Perairan Natuna, Kapal Vietnam Sempat Lakukan Perlawanan

Faktanews.co.id.- Tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) dalam posisi siaga tempur dalam upaya penegakan kedaulatan negara serta
pengamanan laut Natuna di Kepulauan Riau.

“Ada dua KRI kita kerahkan dan ditambah jadi tiga menyusul besok, ini kita lakukan karena ada pelanggaran kedaulatan di Laut Natuna,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono saat memberi pengarahan kepada para prajurit di Paslabuh, Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1).

Para prajurit diharapkan tetap berkomitmen melaksanakan tugas pokok dan tetap berpegang pada prosedur dengan tujuan menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan di kawasan sekaligus menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.

Sementara itu diinformasikan, Kapal perang (KRI) Tjiptadi-381 di bawah jajaran komando utama TNI Angkatan Laut, Komando Armada (Koarmada) I, berhasil mengusir kapal Coast Guard China yang tengah mengawal kapal-kapal ikan di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi seperti dikutip dari dari berbagai media mengatakan, pengusiran tersebut dilakukan saat tiga KRI yang beroperasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I tengah melaksanakan patroli sektor di Laut Natuna Utara.

Menurutnya pada Senin (30/12) saat KRI Tjiptadi-381 melaksanakan patroli sektor di perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Laut Natuna Utara tepatnya pada posisi 05 06 20 U 109 15 80 T mendeteksi satu kontak kapal di radar pada posisi 05 14 14 U 109 22 44 T jarak 11.5 NM menuju selatan dengan kecepatan 3 knots.

“Setelah didekati pada jarak 1 NM kontak tersebut adalah kapal China Coast Guard dengan nomor lambung 4301 (CCG 4301) yang sedang mengawal beberapa kapal ikan Cina melakukan aktivitas perikanan,” katanya Kamis (1/1).

Komunikasi pun dilakukan oleh prajurit TNI AL dan mengusir kapal-kapal ikan yang berupaya menangkap ikan secara ilegal.

“Ini juga mencegah kapal CCG 4301 untuk tidak mengawal kegiatan pencurian ikan (IUUF) karena posisinya berada di perairan ZEE Indonesia,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, kembali menegaskan penolakannya atas klaim historis China di zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) yang terletak dekat perairan Kepulauan Natuna, Provinsi Riau.

Penolakan ini disampaikan sehari setelah Kementerian Luar Negeri China mengaku memiliki kedaulatan atas wilayah perairan di dekat Kepulauan Nansha atau Kepulauan Spratly, yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan klaim RRT atau China tidak berdasar.

“Klaim historis RRT atas ZEEI dengan alasan bahwa para nelayan China telah lama beraktivitas di perairan dimaksud bersifat unilateral, tidak memiliki dasar hukum dan tidak pernah diakui oleh UNCLOS 1982,” jelas Kementerian Luar Negeri Rabu (01/01).

Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengatakan tiga kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia tersebut ada dari Vietnam.

Saat akan ditangkap ada perlawanan sengit saat kapal asing tersebut sehingga mengakibatkan dua kapal milik Indonesia mengalami kerusakan karena ditabrak, lambung dan mesin kapal rusak.

Disisi lain dua orang awak kapal dari Vietnam tertembak di bagian pipi dan kaki dan dirawat di rumah sakit Pontianak

Saat ini, kapal-kapal tersebut tengah dibawa ke Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kapal asing di Natuna melakukan gerakan dan begitu saya dapat laporan di masyarakat, kami kirim orang dan kita sudah menangkap tiga kapal Vietnam dan sudah on the way dibawa ke Pontianak,” ujarnya di sela-sela kunjungan ke pembudi daya di Kabupaten Bandung, Kamis (2/1).

“Saya akan ke sana Senin menjemput anak-anak di sana. Terjadi perlawanan sengit kapal kita dua mengalami kerusakan ditabrak dan lambung kapal dan mesin kapal rusak, makanya jalannya pelan,” katanya.

Edhy mengatakan, berdasarkan informasi di lapangan, kru kapal asing Vietnam tersebut berjumlah 36 orang. Selain itu, kapal asing dari Cina yang ada di Natuna pihaknya melakukan penjagaaan.(rec/hay).

Komentar

comments

Tagged with