Kajari Tanggapi Tudingan Pemerasan Tuntutan

Kajari Tanggapi Tudingan Pemerasan Tuntutan

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Didampingi lima Kepala Seksi (Kasi) masing-masing Kasi Datun, pembinaan, intel, pidum serta Pidsus, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi, Adonis SH mengklarifikasi tudingan aktivis LSM Yunus Wahyudi tentang sikap dan permainan hukum dilakukan jajarannya yang sempat Viral di You Tube.

Dalam Kesempatan itu, Adonis mengatakan, kehadiran Yunus sebenarnya sudah di delegasikan kepada Kasi Datun Gatot Hariyono SH.Rabu (6/6/18).

“karena saya ada kegiatan lain,” katanya di Aula Kejari Banyuwangi,(8/6/18).

Seperti dijketahui, Yunus mengungkap temuan kasus pemerasan oleh oknum jaksa, seperti tarif tuntutan kasus Narkoba yang menurutnya mencapai 300 juta hukumannya hanya 4 bulan, namun jika tidak hukum harus dijalani 4 tahun lebih dan bisa mengurus PB.

Dalam kesempatan ini, Adonis membantah seluruh tudingan permainan tuntutan hukum berat atau ringan dipengaruhi oleh jumlah dana yang mengalir diminta.

“Semuanya tidak benar, karena dalam penanganan perkara sudah ada Standar Operasional prosedur (SOP) yang harus ditaati,”jelasnya.

Terkait pengakuan mantan terpidana yang mengungkap jumlah dana yang diminta kurang serta pertemuan dengan keluarganya.

“Dia mantan narapidana. Dia orang pemalang. Jaksa yang sudah cross chek kepada Jaksa yang menangani dan tidak pernah bertemu orang tua yang bersangkutan,”

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejari Banyuwangi, Koko, mengatakan, setiap tuntutan ada petunjuk pimpinan berdasarkan hal-hal fakta-fakta baik yang meringankan ataupun yang memberatkan.

“Semua ada dalam tuntutan sesuai prosedur,”pungkasnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with