Kades Koordinir LSM, Minta Jatah ADD dan Dana Desa

Jatah ADDFaktanews.co.id. (Banyuwangi)- Kontroversi kembali dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mereka kembali mengatasnamakan beberapa kelompok LSM yang mengatas namakan Forum Rembuk Banyuwangi (FORBY), mengklaim akan memediasi dan membantu bila ada persoalan hukum kades sekabuptaen Banyuwangi.

Kehadiran LSM tersebut beralibi seakan-akan pendamping desa yang mendapatkan kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016.

Ujung-ujungnya bisa ditebak dari dana yang diterima desa, mereka minta sejumlah dana, Informasi dari pihak yang membuka seluruh modus yang digunakan Forby. dalam mengkadali Kades.

Seperti modus yang digunakan LSM mengatasnakamakan pendampingan dalam program sertifikat Prona yang akhirnya beberapa kepala desa masuk jeruji besi karena dijerat pasal korupsi sendirian, hal hampir sama dilakukan Komunitas LSM Forby terhadap Kades Sekabupaten Banyuwangi.

” kasihan kepala desa, mereka diminta 1,5 juta tiap kades,” kata SO bersama beberapa Lsm lain kepada faktanews.co.id dan sejumlah wartawan. (27/3).

Menurutnya dalam menjalankan aksinya, Forby membagi pengurus dan anggotanya untuk menarik dana tersebut, di koordinir berdasarkan wilayah kecamatan atau Dapil.

“saya sempat diajak, kepala desa takut kalau tidak memberi, ambil uangnya, dan sudah saya serahkan,” katanya.

Belum ada komentar dari ketua Forby yang juga menjabat kepala desa di Banyuwangi. Selengkapnya baca majalah fakta. (makin).

Komentar

comments

Tagged with