Timsus Kejari Geledah Diknas Banyuwangi, Tunggu Status Kabid Sapras

Tim Khusus Anti Korupsi Kejari Banyuwangi, Bawa Hasil Pengeledahan dari Diknas

Tim Khusus Anti Korupsi Kejari Banyuwangi, Bawa Hasil Pengeledahan dari Diknas

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)- Menindak lanjuti tertangkap tangan 3 tersangka pelaku pengumpulan fei proyek swakelola dana APBN-P, Kejari Banyuwangi melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di diknas Banyuwangi.

Tim Kejari masuk dikantor diknas sekitar jam 03.00 Wib (10/9). Mereka berbagi konsentrasi, satu tim melakukan pemeriksaan kepada Plt. Kadiknas Drs.Dwiyanto dan Kabid Sarpras lukman S . bertempat di ruang Kadiknas.

Tim penggeledahan di pimpin langsung Kasi Intelejen Agung Budi Susetio. SH. Penggeledahan dilakukan 3 orang antara lain: Ari dewanto.SH, Arif Romadhoni SH dan Suyono. SH.

Dari penggeledahan berkas-berkas di ruang Sarpras, tim Kejari berhasil membawa 40 data pendukung dan 21 data sekolah yang mendapat dana rehabilitasi dana APBN-P.

Kasi Pidsus Paulus Agung Widaryanto.SH mengatakan dalam pemeriksaan tersebut Plt. Kadiknas Banyuwangi Drs.Dwi Yanto mengaku tidak mengetahui pengkondisian kepala sekolah yang mendapat proyek swakelola bersumber APBN-P diminta fee 10% dari nilai proyek.

“semuanya kata pak Dwi diserahkan ke Lukman, sedangkan lukman melakukan hanya menarik fee 9%. tadi data yang kita bawa proposal dan pengajuan BOS,”katanya.

Dijelaskan dalam waktu dekat Kejari Banyuwangi akan melakukan pemanggilan pemeriksaan keterangan Kabid.Sapras Lukman ST, 21 kepala sebagai saksi dan korban serta pihak yang terkait proyek APBN-P sebesar 4 milyar di 21 sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi tersebut..

“lihat perkembangan lebih lanjut pasti ada penambahan tersangka, orangnya tidak usah disebut namanya, kalian (pers) pasti sudah tahu,”katanya.

Sementara hasil tangkap tangan oleh kejari banyuwangi (9/9) pelaku yang dijadikan tersangka dan ditahan masih tiga orang kepala sekolah SDN 9 Kalibaru Wetan Ririn Puji Lestari.Spd.Mpd, Kepala UPTD Kalibaru Ahmad Munir dan Ahmad Farid yang akrab di panggil Mamak  yang mengaku bagian keamanan. (yayak/makin)

Komentar

comments

Tagged with