Jurus Menghindar Kasek SMKN 1 Banyuwangi Dari Tuduhan

Kasek SMKN 1 Banyuwangi H KARIMULLAH

Kasek SMKN 1 Banyuwangi, H.Karimullah

Dana Investasi Siswa Tak dikembalikan, Cap Tiga Jari Bayar 50 Ribu

Faktanews.co.id-(Banyuwangi) – Seringkali Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Banyuwangi yang terletak di jalan Wijaya Kusuma Banyuwangi itu dibuat ajang bisnis para guru dan Kepala Sekolah untuk kepentingan pribadinya masing-masing.

Modusnya lagi-lagi menjadikan wali murid untuk obyek, meminta sejumlah dana mengklaim untuk kepentingan sekolah.

Tahun pada tahun 2014 ini modus pungli (SMKN) I Banyuwangi atas nama kepentingan sekolah. dugaaan korupsi masing- masing pada dana investasi dan biaya cap tiga jari untuk ijazah bagi siswa kelas tiga yang menghadapi kelulusan

Hasil investigasi dilapangan menyatakan, sejak tahun-tahun sebelum kelas 12 murid (kelas 3) setiap murid SMKN I Banyuwangi di mintai dana investasi sebesar Rp 102.000,- per murid, janji sekolah adalah saat murid bersangkutan mendekati lulus kelas 12 maka dana investasi tersebut akan dikembalikan utuh oleh sekolah.

Banyak pihak menilai dana investasi dari murid dikembangkan oleh sekolah.

Belakangan yang terjadi ketika siswa lulus, alih-alih informasi tentang dana hasil pengembangan dari investasi justru sekolah mengelak untuk mengembalikan dana investasi.

Alasan klise adalah untuk kenang-kenang sekolah. Rincinya bisa dihitung dana investasi 102.000 dikalikkan jumlah murid yang akan lulus 400 murid.

“Kami merasa getun terhadap tingkah laku SMK Negeri Satu  ini masak sekali-kali membayar dan anehnya dana investasi hingga tahun ini belum dikeluarkan. Dengan alasan bahwa uang tersebut untuk kenang-kenangan sekolah”, kata sumber terpercaya.

SMKN 1 BANYUWANGIBisa ditebak bila terjadi protes sekolah akan berargument itu hasil kesepakatan dengan komite sekolah (lembaga wali murid yang sudah menjadi boneka sekolah)

Tarikan juga dilakukan untuk 400 jumlah murid yang akan lulus tahun 2014. sekolah pasang tarif sebesar Rp 50 ribu per murid melakukan cap tiga jari untuk kelengkapan ijazah.

“padahal saya sebagai wali murid mantan sekolah ini tidak ada tarikan kenang-kenangan seperti itu dan kaitan tiga jari pun anak saya ditarik Rp 50 ribu per murid, kalau tidak membayar tidak boleh tiga jari. Ini kan sudah ada tekanan dan kami selaku wali murid tidak diberitahu sama sekali oleh pihak sekolah melalui komite.

Anehnya lagi dana Rp 50 ribu itu di informasikan digunakan untuk membeli paving. “terus bantuan sekolah yang setiap tahun itu digunakan untuk apa? Berarti inikan sudah mengarah untuk memperkaya diri masing-masing guru hingga kepala sekolah”, tambah wali murid lain.

Disisi lain kasek Drs. Karimullah beberapa kali dikonfirmasi tidak ada ditempat dan di hubungi lewat celulernya tidak pernah diangkat. Ironisnya, saat dikonfirmasi (9/7) Karimullah tidak mengakui sebagai Kasek SMKN I Banyuwangi. “Yang jadi Kasek ini adalah Bu Sri yang masih menjabat sebagai Kasek yang ada di Kecamatan Wongsorejo”, katanya bohong. (dod/Makin)

Komentar

comments

Tagged with