Jokowi Tak lantik BG. KPK Tetap Di Kriminalisasi

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

faktanews.co.id.-(Jakarta)– Meski alasan tak melantik Budi Gunawan karena tersangka sudah dijawab putusan hukum ketika praperadilan di PN Jakarta selatan kemarin senen ((16/2) membatalkan status tersangka budi gunawan

Namun ternyata Presiden Jokowi tak melantik Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri. Jokowi secara controversial mengangkat Komjen Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri baru.

Sementara secara Kontroversial juga jokowi justru menonaktifkan 3 pimpinan KPK yang kini jadi tsk Polri. Siang tadi rabo (18/2)

Presiden Jokowi memutuskan untuk memberhentikan sementara dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto karena status keduanya sebagai tersangka di kepolisian.

Jokowi lalu memilih Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dan Johan Budi untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK.

” Pada saat yang sama proses kriminalisasi, rekayasa kasus-kasus dan kalau memang tidak ada bukti, keluarkan saja SP3,” ujar Anggota Tim 9 bentukan Presiden Jokowi, Imam Prasodjo, di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (18/2/2015) petang.

Imam berada di gedung KPK bersama para alumni UI dan kampus-kampus lainnya untuk memberikan dukungan kepada KPK.

“Kita menghendaki agar proses kriminalisasi yang terus melebar ini dihentikan,” ujar Imam.

Ketua KPK Abraham Samad yang ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen kependudukan mengatakan bahwa pimpinan KPK bukanlah malaikat, namun juga bukan penjahat. Para pimpinan KPK adalah meraka yang berjuang bersama rakyat untuk memberantas korupsi.

“Kami seluruh komisioner, kami sadar bahwa kami bukanlah malaikat tapi kami ingin sampaikan kepada kalian bahwa kami bukanlah penjahat seperti yang dituduhkan atau ditersangkakan kepada kami,” kata Samad di depan para pendukung dari berbagai kampus #SaveKPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Samad meminta seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk selalu mendukung pemberantasan korupsi dan selalu berkomitmen untuk mencintai keadilan.

“Marilah kita bersama-sama untuk kembali berkomitmen agar kita bisa menegaskan kembali bahwa kita tidak pernah gentar sedikit pun untuk menghadapi hal-hal berat dalam hidup ini,” ucap Samad yang disambut teriakan para pendukung.

” Pada saat yang sama proses kriminalisasi, rekayasa kasus-kasus dan kalau memang tidak ada bukti, keluarkan saja SP3,” ujar Anggota Tim 9 bentukan Presiden Jokowi, Imam Prasodjo, di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (18/2/2015) petang.

Imam berada di gedung KPK bersama para alumni UI dan kampus-kampus lainnya untuk memberikan dukungan kepada KPK.

“Kita menghendaki agar proses kriminalisasi yang terus melebar ini dihentikan,” ujar Imam.(dt/ed/fn)

Komentar

comments