Jokowi Naikkan Lagi BPJS, Rakyat Kritik Pemerintah Tak Pikirkan Rakyat

Faktanews.co.id.– Terkait iuran BPJS Kesehatan akan naik hampir 100 persen untuk Kelas I dan Kelas II dan kelas III terhitung 1 Juli 2020 mendatang, sejumlah masyarakat mengkritik kebijakan tersebut.

Seperti diketahui, akhir tahun lalu, Jokowi juga sempat menaikkan tarif iuran BPJS kesehatan Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Namun, Mahkamah Agung membatalkan kenaikan tarif baru menyusul dikabulkannya gugatan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang meminta Perpres 75/2019 dibatalkan.

Dan kini, dengan adanya perpres baru Nomor 64 Tahun 2020 ini, praktis pembatalan kenaikan iuran BPJS hanya berlangsung efektif per Mei-Juni 2020 selanjutnya terhitung 1 Juli 2020 niat pemerintah Jokowi untuk menaikkan BPJS akan direaliasikan.

“Jangan begitu lah kemauan pemerintah kan sudah dibatalkan MA, sebentar dipatuhi sebentar lalu Presiden buat Perpres baru agar tetap naik bulan mulai Juli nanti, ini juga tidak baik saat kita rakyat sedang susah kerja karena virus Corona,”kata ham 52 tahun mengkritik sikap pemerintah.

Kenaikan BPJS juga ramai kritik dari masyarakat hingga dalam di medsos.

Dalam cuitannya mereka menilai Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi.

“Gak kasian sama rakyatnya,” bunyi salah satu cuitan (14/5/2020).

Selengkapnya pemilik akun Karien-28 itu menilai pemerintah saat ini keterlaluan terhadap rakyatnya.

Dalam cuitan lain Jokowi dinilai ngefrank rakyat.

Hal senada disampaikan Nitizen lain.

 

Komentar

comments