Jenderal Gatot Hargai Hak Panglima TNI Pengganti Anulir Mutasi 16 Pati TNI

Jenderal Gatot Hargai Hak Panglima TNI Pengganti Anulir Mutasi 16 Pati TNI

Faktanews.co.id- Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tak mempersoalkan soal keputusan mutasinya sebagian dibatalkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi menganulir mutasi 16 Pati dari 84 Pati hasil keputusan sesaat sebelum Jenderal Gatot dicopot dari jabatan Panglima TNI.

Mutasi 16 Pati TNI dilakukan Marsekal Hadi tertuang dalam surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI dikeluarkan dan ditandatangani Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Selasa, 19 Desember 2017.

Dari 16 Pati yang dianulir mutasinya adalah Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi.

Menurut Jenderal Gatot, meski skep mutasi yang dia lakukan merupakan hasil pertimbangan dan rapat bersama dan Skep sesuai aturan dan melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi.

Namun demikian, bila dikemudian hari ada anulir 16 Pati, itu tidak perlu diperdebatkan karena sudah menjadi kewenangan Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI saat ini.

“Saya sampaikan bahwa, Skep (surat keputusan Panglima) yang saya keluarkan itu adalah hasil sidang bersama-sama (staf angkatan), ada Waka BIN, ada Wagub Lemhanas,” jelas Jenderal Gatot disela-sela menghadiri sewindu haul Gus Dur di Jl Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari (23/12/2017).

Lebih jauh Gatot menjelaskan, saat itu Skep juga sudah ditandatangani kepala staf angkatan namun dirinya sengaja tidak melantik mereka yang masuk dalam daftar mutasi untuk memberi kesempatan Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan evaluasi.

“Namanya evaluasi bagaimana yang terbaik bagi beliau. Kan beda pandangan. Sekarang kan saya bukan Panglima TNI. Hak prerogatif beliau dong,” ucapnya.(lic/hay).

 

Komentar

comments