Janda Korban Peluru Nyasar Tuntut Keadilan

Janda Korban Peluru Nyasar Tuntut Keadilan

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Tepat 15 hari setelah Mahrizal Ilham Aulia (34) meninggal dunia akibat tertembak peluru senpi jenis revolver Brigadir EB. Istri Mahrizal akhirnya mendatangi polres Banyuwangi.

Seperti di ketahui, Mahrizal menghembuskan nafas terakhir saat penanganan medis RSUD Blambangan Banyuwangi sekitar pukul 06.15 WIB, Senin (3/7) lalu setelah dokter selama 4 hari berupaya mengeluarkan peluru yang bersarang di kepalanya.

Ima, istri korban datang di Mapolres (18/7) Banyuwangi didampingi Keluarga menuntut dan harapan Brigadir EBH bertanggung jawab atas nasib dan masa depan pendidikan anaknya yang kini masih berusia empat bulan.

“Saya menuntut biaya hidup dan pendidikan anak saya hingga lulus perguruan tinggi,” kata istri Alm. Mahrizal (Ima) di balai bengong dekat masjid Polres Banyuwangi.(18/7).

Ketua LSM Forum Solidaritas Banyuwangi, yang ikut mendampingi Ima, mendesak Polres Banyuwangi mengusut kasus hukum pemegang pistol tersebut, anggota Polsek Songgon, Brigadir EBH.

Menurut Yunus, Pasal menghilangkan nyawa seseorang sengaja atau tidak sengaja harus di tuntut secara hukum.

“seperti halnya kasus-kasus kecelakaan lalu lintas walau tidak di sengaja mengakibatkan hilangnya nyawa orang ya tetap di hukum,”kata Yunus.

Yunus meminta, Polres Banyuwangi menyikapi laporan istri dan keluarga korban. Menurutnya penanganan kasus jatuhnya pistol meletus mengenai pelipis dinilainya tidak fair, karena oknumnya adalah aparat kepolisian dan penanganannya tidak seperti warga sipil lainnya.

“Saya akan mengawal kasus ini, jika laporan tidak di indahkan, saya akan melaporkan ke Mabes Polri,” tegas Yunus.

Lebih jauh Yunus mengatakan, Sejak kasus ini di periksa oleh Propam Polda Jatim, dan Tim Forensik Polda Jatim, seakan selesai. “Sedangkan oknum Polsek Songgon itu dengan santai melenggang seakan tidak bersalah,” katanya.

Yunus menilai, kasus yang menimpa Korban Mahrizal Ilham Aulia ini bukan semata-mata akibat pistol jatuh lantas meletus dan pelurunya menyasar di pelipis korban.

“Dugaan saya, apa mungkin pistol itu jatuh lantas meletus dan terkena pelipis, padahal pistol itu ada di tanah, kok nggak kena kaki, tubuh atau di lengannya, iya to, memang sangat tidak masuk akal, bolehkan, saya menduga-duga, namanya saja saya orang awam, kalau tidak ada penanganan serius, saya bersama keluarga korban akan lapor ke Mabes Polri, Kompolnas, Komnasham,”kata Yunus.

Bambang salah satu keluarga Korban Alm. Mahrizal masih kecewa dengan penanganan kasus ini.

“Ini yang jadi tanda tanya keluarga kami, pistolnya jatuh, kok bisanya mengenai pelipis korban, dan masuknya peluru itu sedalam 13 centimeter hingga tempurung kepalanya retak menjadi empat,” ungkap Bambang kepada wartawan.

Sayangnya belum ada komentar tanggapan dari pihak Polres Banyuwangi. Kasatreskrim dan Kasubag Humas Polres Banyuwangi, AKP. Bakin tidak ada di ruang kerjanya ketika di konfirmasi.

“Pak Bakin masih keluar mas, nanti datang saja lagi,” kata staf Kasihumas Polres Banyuwangi kepada wartawan. (me/kin).

Komentar

comments