Jaksa Lanjutkan Banding, Konsekwensi Hukuman ‘Tambah’ Akan Ditanggung Ahok

Jaksa Lanjutkan Banding, Konsekwensi Hukuman ‘Tambah’ Akan Ditanggung Ahok

Faktanews.co.id- Politik negeri ini memang kejam, setidaknya ini dialami mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),

Betapa tidak usai kalah dalam pertarungan Pilkada, Ahok harus langsung masuk tahanan karena di nyatakan bersalah oleh Majelis hakim PN Jakarta dalam kasus penistaan agama surat Al-Maidah.

Bahkan majelis hakim menjatuhkan hukuman lebih berat (2 tahun) penjara daripada tuntutan jaksa yang menuntut 1 tahun percobaan 2 tahun.

Ironisnya meski akhirnya bandingnya kemudian oleh Ahok dicabut dari Pengadilan Tinggi Jakarta namun jaksa tetap melakukan banding dengan segala konsekwensinya bila ditolak hukuman lebih berat harus diterima Ahok.

“Susah sekali jawab ini. Palu di tangan hakim. Dan kami lawyer tidak berani berandai-andai. Tapi kalau ditanya kemungkinan-kemungkinan, kemungkinan itu bisa saja terjadi,” kata salah satu kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha syukur kepada wartawan, Senin (29/5/2017).

Konsekwensi banding Jaksa penuntut umum (JPU) adalah, jika pengadilan mengabulkan permohonan banding, hukuman yang telah dijatuhkan pengadilan negeri berkurang atau kembali ke tuntutan jaksa.

Namun bila banding JPU ditolak maka hukuman bertambah.

“Kalau banding jaksa dikabulkan maka bisa saja berarti kembali ke tuntutan jaksa. Tapi masih banyak kemungkinan lainnya,” kata Josefina​.

Namun dalam hal ini, Ahok dan tim kuasa hukum masih punya kesempatan mengajukan kasasi.

“Itu sudah risiko (kalau hukuman diperberat). Tapi secara hukum kami kan masih bisa upaya hukum kasasi,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Selasa (9/5/2017) lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok dengan hukuman pidana dua tahun penjara.

Ahok dijerat Pasal 156a KUHP dan dinyatakan bersalah dalam kasus penodaan agama.

Ahok mengajukan banding. Tetapi kemudian dia mencabut memori banding pada Senin (22/5/2017), dalam hukum, mencabut banding berarti Ahok menerima vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto.

Namun jaksa tetap melanjutkan banding dengan segala resiko yang nantinya berakibat kepada Ahok.(suc/hay).

Komentar

comments

Tagged with