Jaga Kebersihan Wisata Pantai Boom, MaDuSindo dan LAI Jadikan Kepatihan Sosialisasi Sampah Berkah

Jaga Kebersihan Wisata Pantai Boom, MaDuSindo dan LAI Jadikan Kepatihan Sosialisasi Sampah Berkah

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Image negatif tentang sampah tampaknya harus dirubah bahwa sampah merupakan kotoran bisa terbalik ketika terobosan inovati dilakukan.

Adalah Komunitas MaDuSindo (Masyarakat Peduli Sampah Indonesia) Banyuwangi melakukan ide sampah menjadi manfaat baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun sisi ekonomi bagi masyarakat.

Menurut pendiri MaDuSindo Lamseng Saragih, sampah bisa menguntungkan bila masyarakat memulai dari pemilahan.

“Pemilahan sampah dimulai dari dapur menjadi 2 (dua) bagian, yaitu Sampah Organik dan Anorganik,”katanya,(2/9/2019).

Dengan konsep ini menurut Lam Seng, penanggulangan masalah sampah bisa lebih maksimal diatasi dan tanpa biaya.

Justru warga akan memperoleh tambahan penghasilan dari sampah anorganik yang ditampung oleh Bank Sampah dengan program Tabungan Sampah.

“Dengan demikian Lingkungan akan bebas sampah, warga dapat penghasilan tambahan, sehingga sampah yang tadinya jadi masalah, kita rubah jadi Berkah,”bebernya.

Lebih jauh Lamseng mengatakan, gerakan Jargon “Mengubah Sampah jadi Berkah” betul-betul menjadi kenyataan dan telah disosialisasikan dimulai diKelurahan Kepatihan Banyuwangi,

Dalam hal ini dirinya bekerja sama dengan LAI (Lembaga Aliansi Indonesia) Banyuwangi.

“Sudah kita mulai sabtu kemarin 31 Agustus 2019, kita ingin wujudkan Jargon “Mengubah Sampah jadi Berkah” bukan sekedar slogan-sloganan,”katanya meyakinkan.

Ditanya kenapa Kelurahan Kepatihan dijadikan awal programnya?. Menurutnya hal ini karena rasa prihatin kotoran sampah didaerah itu.

“Kan kepatihan dekat dengan pantai Boom yang harus bersih sebagai salah satu destinasi wisata Banyuwangi,” jelasnya.

Terkait hal itu menurut Lamseng Lurah Kepatihan, Mufidz SH telah menyambut baik dengan pemberian nama GeMa PatiBaS (Gerakan Kepatihan Bebas Sampah.

“Kita sosialisasi dibalai kelurahan, bahkan pak lurah sangat berterima kasih  konsep pemilahan sampah di ajarkan kepada warga disana,”ungkapnya.

Sementara itu, ketua LAI Banyuwangi Hakim Said menjelaskan kerjasama dengan MaDuSindo bisa diartikan wujud kepedulian bersama.

“Kami awali di Kepatihan ini, sampah bisa bermanfaat, pantai boom bersih,”jelasnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with