Jadi Tersangka Sertifikat Prona, Mantan Kades Badean Tak Merasa Bersalah

Mantan Kades Badean, M Ikhsan

Mantan Kades Badean, M Ikhsan

faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Meski sudah dijadikan tersangka oleh Kejari Banyuwangi dalam kasus korupsi dana sertifikat prona tahun 2014, Kades Badean Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, Moh. Ikhsan merasa tidak bersalah.

Moh. Ikhsan yang kini sudah di nonaktifkan selaku kades Badean oleh Bupati Banyuwangi, Selasa (17/3) hadir di Kejari Banyuwangi untuk wajib lapor dan sempat menemui wartawan.

Moh. Ikhsan mengatakan, Dana pungutan kelebihan prona merupakan hasil kesepakatan seluruh warga yang mendapatkan prona untuk dipergunakan membantu pembangunan di desanya.

Keputusan besarnya dana pungutan itu merupakan hasil rapat didesa yang dihadiri pula oleh pejabat dari BPN.

“yang memimpin pembentukan panitia dalam rapat pak Sekdes, karena ada notulennya saya setujui,” katanya.

Moch Ikhsan mengakui, bahwa dirinya yang berinisiatif membentuk panitia prona maupun mengusulkan adanya sertifikat prona di desanya.

“memang saya yang punya ide, tapi ini semata-mata untuk membantu masyarakat agar mempunyai sertifikat,” jelasnya.

Lebih jauh Ikhsan mengatakan jumlah dana tiap orang yang mengurus sertifikat prona adalah 750 ribu. 250 ribu merupakan dana yang dipergunakan untuk membangun.

“saya gak menikmati satu rupiah pun, yang 250 ribu kita pergunakan untuk membangun dan ada buktinya. yang 500 ribu untuk biaya sertifikat cuma ketua panitia sampai sekarang belum melapor,” katanya.

Ditanya bukankah sebagian dana itu diambil oleh dirinya, Ikhsan membantah karena menurutnya uang itu dia pinjam dan sudah dikembalikan.

“saya pinjam dan sudah saya kembalikan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Kades Badean Kecamatan Rogojampi menjadi tersangka kasus prona menyusul laporan masyarakat setempat.

“Prona disini tidak ada masalah, yang bikin masalah itu lawan politik saya, calon kades yang kalah”, katanya kepada sejumlah wartawan.

Kasipdsus Kejari Banyuwangi Arief Abdillah mengatakan keterlibatan Moh. Ikhsan saat jadi kades badean dalam kasus prona di dukung dengan saksi-saksi dan alat bukti.

“bukti buktinya ada, siapa yang menyerahkan kapan menyerahkan dan seterusnya,” jelas. (makin/yayak)

Komentar

comments

Tagged with