Ironis, Merokok Dalam Kelas, Murid Tantang Duel Guru

Ironis, Merokok Dalam Kelas, Murid Tantang Duel Guru

Faktanews.co.id. -Meski diinformasikan sudah damai, beredarnya foto dan video anak masih sekolah SMP menantang guru honorer yang terlanjur viral di Jejaringan sosial Facebook masih membuat ruang publik memperbincangkan.

Ini terjadi ketika perbincangan publik  belum usai terkait video viral pekan lalu mempertonton anak muda yang marah dengan merusak sepeda motornya ketika dihentikan polisi karena berkendara melawan arus jalan dan tanpa menggunakan helm sehingga ditilang.

Tak heran terkait perilaku siswa perilaku menantang gurunya itu mengundang keprihatinan maupun hujatan-hujatan mengisi kolom komentar, apakah perilaku pemuda zaman sekarang sudah demikian parahnya dalam tata krama dan budi pekerti.

Penelusuran tim Faktanews.co.id. siswa merokok menantang gurunya Nur Kalim terjadi di salah satu SMP Wringinanom, Kecamatan Wringinanom Kab. Gresik Jawa Timur pada 9 Februari 2019.

“Kejadian hari ini, seorang guru honorer mendapatkan perilaku kurang ajar dari siswanya, infonya siswa tersebut di tegur merokok, namun lihat balasan dari siswa ke guru honorer tersebut.. seperti tak ada harga dirinya,” tulis akun sosial Facebook Cerita Dalam Kehidupan.

Dalam video yang beredar nampak semua kejadian didalam kelas, seorang siswa bertopi bertingkah ditengah suara kelas ramai dengan tingkah siswa lainnya yang semuanya berseragam Pramuka.

Siswa bertopi itu sambil merokok maju kedepan menghampiri dan mengejek sang guru.

Tak sampai disitu ditengah suara gaduh bunyi berisik didalam kelas siswa ini sempat melakukan gerakan tangan didepan wajah sang guru kemudian teman siswa lainnya menyodorkan rokok kemulut siswa tersebut.

Siswa itu juga sempat menarik leher baju yang digunakan guru yang memilih diam tak meladeni perilaku tak menggambarkan etika tersebut.

Dalam kolom komentar Warganet juga ada yang menyebut nama sang guru.

“Ya Allah, kasian pak Karim,” tulis Bunga Mutiara dikolom komentar.

Sementara itu warganet lain tak urung mengungkapkan kekesalan kepada murid yang tidak punya etika.

“Anak kurang ajar,”tulis Aina.

“Murid tak tau sopan santun, laporkan saja kepada yang berwajib,”kata Niwati dalam lainnya.

Nitezen lain Dede mahmud mengungkap sikap guru yang serba salah menghadapi situasi bila ada siswa nakal berlebihan dan menjurus kurang ajar.

“Jadi serba salah jdi guru zaman sekarang mah, di kasarin malah dilaporin polisi, di dieumin malah ngelunjak, jd dimna salah nya??
Sistem pendidikan kita yg salah,” katanya dalam laman Aldi Marobbi “perbuatan tak terpuji tak perlu dicontoh”.

Sementara nitezen lain menyoroti kejadian tersebut dengan membandingkan budaya pendidikan masa lalu dalam menyikapi siswa.

“Mirisnya dunia kebalik dalam pendidikan, ketika guru kasar kepada murid maka polisi yang datang, tetapi murid kasar dan tidak sopan kepada guru tapi guru sabar dan tidak membalasnya. Padahal saya tau jaman dahulu guru pakai penggaris untuk memukul ke tangan murid supaya menjadi orang baik dalam mencari ilmu. Karena orang jawa melakukan mendidik murid ya kadang gunakan penggaris lalu dipukul ke tangan, dilempar kapur agar patuh serta muncul sikap sopan. Sedangkan sekarang ketika diterapkan hanya muncul kepolisian tapi muridnya tidak sopan dan patuh terhadap guru. Istilah jawa guru adalah digugu lan ditiru. Terakhir jaman kecilku ketika sekolah saya pernah dilempar kapur karena tidak pernah belajar untuk menghafal sesuatu, tapi muncul rasa takut sehingga saya berani untuk menghafal sesuatu dan pada akhirnya saya tidak dilempar kapur setelah berhasil mengasah otak untuk mengingat sesuatu,”kritik mohammad Faaiz.

“Dulu Jaman era -90/2000 an senakal nakalnya siswa di luar kelas dan atau diluar lingkungn sekolah, tpi tetap menaruh hormat dan tawadhu’ terhadap guru. Itu yg menmbedakan pelajar zaman skrg dan pelajar zman dulu,”tulis Idauf Nasah.

“Kangen jaman dlu jadinya… Dimana kita paling takut klo sudah d sekolah… Dan slalu hormat pada guru2 yg mengajar….,”kata

“Di jawa keras muridnya. Ngerokok ada guru ddk di meja. Wkwkw. Dlu klo sy bolos aja tu rotan nempel di betis. Dan kita ngk lapor orang tua. Krna klo lapor bukan di syg melainkan kuping panas kena omelan. Skrng mah kena cubit maknye lapor polisi. Di penjara tu guru,”ungkap Surya Razu.

Sementara itu, Nitezen lain Budi, menyatakan kejadian itu sudah berakhir damai. tulis budi seraya menampilkan beberapa orang dalam caption dan dua diantarannya satu anak muda berkaos topi merah berpelukan.(feb/kin).

Komentar

comments