Hukuman Terhadap Budi Bego Dicurigai

Hukuman Terhadap Budi Bego Dicurigai

Mahasiswa Pasca Sarjana Unej Minta KPK Buka Mata Atas Kasus Budi Pego.

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghukum 4 tahun terhadap warga dekat gunung tumpang pitu yang juga aktivis Lingkungan Heri Budiawan alias Budi Pego tidak saja menjadi perhatian Komnas HAM atau Elit Perguruan tinggi bahkan Level Mahasiswa merasakan adanya upaya pemaksaan hukum dalam mematikan peran serta masyarakat dalam kepedulian terhadap lingkungan.

Nanang Slamet, S.H. salah seorang mahasiswa yang sedang menempuh pasca sarjana Fakultas Hukum universitas Jember (UNEJ).

Menurutnya, vonis 4 tahun penjara oleh MA terhadap Budi pego terkesan dipaksakan dan tidak menunjukkan rasa keadilan.

“saya tidak habis fikir, bagaimana logika hukum hakim dalam memutus perkara Budi Pego. yang saya herankan kok bisa majelis meyakini seseorang menyebarkan faham terlarang diantara kerumunan masyarakat saat sedang demonstrasi yang kesemuanya juga menolak keras faham tersebut, kan itu perbuatan bodoh,” ujarnya. Sabtu (29/12/2018)

Padahal, Lanjut Nanang, dalam persidangan tingkat pertama jaksa tidak bisa menunjukan bukti gambar palu arit yang dituduhkan.

“Terlebih lagi MA itu kan sebagai judex juris bukan judex factie, kalau memang sependapat dengan pengadilan dibawahnya ya sudah, ini kok malah menambahkan masa hukuman,” kritik Nanang Berapi-api.

Lebih jauh, Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi itu mendesak komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyoroti proses penegakan hukum Budi Pego karena duga kuat adanya praktik korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di balik proses hukum tersebut.

“Saya menduga ada kekuatan besar yang mengintervensi proses peradilan budi Pego, KPK tentu harus menyoroti apa sebenarnya yang terjadi dibalik ini semua. apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkapnya. (kin).

Komentar

comments

Tagged with