Hujan Tangis Dan Lemparan Tinja Warnai Drama Eksekusi Lahan dan Puluhan Rumah

Hujan Tangis Dan Lemparan Tinja Warnai Drama Eksekusi Lahan dan Puluhan Rumah

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Ratusan warga sempat menghadang aparat keamanan dan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi memyusul Eksekusi lahan dan rumah milik warga di Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, Rabu (13/11/2019).

Sepanjang jalan Kepiting terjadi kemacetan panjang dan cukup lama.

Kericuhan terjadi mewarnai eksekusi lahan seluas 2,4 hektar sebagian diantaranya ditempati 45 Kepala Keluarga di kawasan Jalan Kepiting, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.

Operator sempat memundurkan dua alat berat (eskavator) untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Salah satu eskavator terlihat pecah kaca depannya dilempat batu, salah satu pengemudi eskavator dilempari, batu, telur busuk dan kotoran ternak, hal ini juga mengenai sejumlah petugas keamanan diarea eksekusi.

Selain dipenuhi ratusan warga yang menyaksikan serta sejumlah penduduk yang rumahnya tereksekusi, area lokasi tampak sejumlah aparat ikut mengamankan terdiri aparat Polisi Banyuwangi 505 personel, Brimob 1 SSK, dan TNI maupun 1 SST Satpol PP Banyuwangi.

Sementara itu, beberapa warga yang tempat tinggalnya tereksekusi digusur sebagian sempat tak keluar dari rumahnya.

Nampak ibu-ibu menangis histeris melihat rumahnya sulit dipertahankan karena eksekusi tak mungkin dibendung.

Sebagian lainnya, memilih membongkar sendiri mengamankan bahan material rumah seperti atap genteng, pintu, jendela,kabel serta kayu rumah dan mengevakuasi barang pribadinya masing-masing.

Informasi yang berkembang, ngototnya warga yang sempat bertahan selain merasa tanahnya dapat beli, diantaranya mereka mendengar rumor ada yang mendapat kompensasi dari pihak pemenang, sementara mereka belum mendapatkan kompensasi itu.

“Tanah yang saya tinggali ini beli tahun 1994 ada bukti pembeliannya bukan mencuri, lalu saya bangun rumah,”kata salah seorang penghuni menangis.

Juru Sita PN Banyuwangi, Sunardi mengatakan bahwa eksekusi lahan ini berdasarkan perintah ketua pengadilan Negeri Banyuwangi.

“Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) tertanggal 30 Oktober dan Pengadilan Negeri Banyuwangi,”kata sebagian kutipan, Sunardi.(kin).

Komentar

comments

Tagged with