Hujan Liburan Di Kalibendo, Suami Kehilangan Nyawa Istri dan 1 Anaknya Masih Balita Hanyut Di Sungai

Hujan Liburan Di Kalibendo, Suami Kehilangan Nyawa Istri dan 1 Anaknya Masih Balita Hanyut Di Sungai

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Wahyudi Oktavian (38) sedang berduka mendalam dan harus merelakan istrinya meninggal dunia dan satu anaknya yang masih berusia 1 tahun juga masih dalam pencarian akibat hanyut di sungai Kalibendo hari ini di kabarkan telah ditemukan juga meninggal meninggal dunia, Senen, (30/11/20).

Sejumlah orang dari kerabat dan tetangga berada drumah duka menyambut isak tangis kepergian Ibu dan anaknya yang masih balita tersebut.

Informasi dilokasi pencarian hari ini dilakukan penyisiran disepanjang aliran sungai Kalibendo oleh tim pencari terdiri dari tim gabungan Satpolairud, Koramil, Polsek, Basarnas, BPBD, dan petugas keamanan perkebunan dimulai jam 6.00 pagi tadi.

Ada 3 regu yang menyisir, Regu pertama menyisir dari pemandian Kalibendo menuju ke atas sekitar TKM.

Regu kedua menyisir dari tempat pemandian Kalibendo menuju ke bawah.

Dan regu ketiga menyisir di sekitar air terjun Jagir.

Dalam pencarian sekitar satu jam, Tim regu kedua akgiberhasil menemukan korban sekitar 150 meter dari pemandian Kalibendo ditemukan tersangkut bebatuan di aliran sungai sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenazah korban langsung dievakusai ke RSUD Blambangan kemudisn diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Seperti diketahui, dalam mengisi hari libur, Minggu, (29/11/2020), nasib naas kehilangan nyawa hampir saja menimpa satu keluarga masing beralamat sama yaitu Jl. Losari RT 02 RW 1 Kelurahan, Kepatihan Kecamatan Banyuwangi, akibat terseret arus sungai deras karena cuaca sedang hujan diarea tersebut.

Informsasi dilokasi kejadian mengatakan, karena hujan satu keluarga yang sedang menikmati liburan akhir pekan di Sungai Kalibendo itu, sedang berteduh dibawah jembatan yang biasa disebut (sasak Jukung).

Beberapa orang dan satpam perkebunan yang lewat sekitar pukul 13.30 WIB sudah memperingatkan agar mereka naik ke atas karena bila hujan biasanya tiba-tiba aliran sungai akan besar (banjir).

Benar juga, beberapa saat kemudian banjir datang,  meski Sang suami Mario Wahyudi Oktavian (38) biasa dipanggil Wahyu dan dua anaknya Kenzie Jagat Tirta (9), Almeera Raisa Hanum (3) ditemukan selamat, Minggu, (29/11/2020).

Namun Wahyu yang sempat melihat istrinya Linda Swantika, (32) dan satu anaknya masih balita laki – laki yang bernama Raden Adipati Wirabumi, (1) hanyut dibawa air sungai hanya kebingungan tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Berselang kemudian WIB Wahyu terkulai melihat istrinya Linda Swantika telah ditemukan pihak keamanan perkebunan beserta warga sekitar dalam keadaan tak bernyawa masih menggunakan pakaian terakhir yang dilihatnya saat kedinginan karena hujan, sementara hatinya tambah was-was menunggu kabar anaknya yang paling kecil yang masih belum ditemukan.

Pantauan dilapangan, hingga sekitar pukul 13.30 WIB balita laki – laki yang bernama Raden Adipati Wirabumi, (1) sekitar pukul 13.30 WIB, masih belum diketemukan.

“Korban Linda Swantika ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kurang lebih 200 meter, (dari jembatan Jukung tempat mereka berteduh karena hujan),”kata Kapolsek Glagah AKP Imron, Minggu Sore, (29/11/2020).

Imron mengkonfirmasi, saat turun hujan mereka berteduh dibawah jembatan dan sudah diperingatkan oleh satpam perkebunan.

“Oleh saudara Dayat, Heri dan Asral satpam perkebunan sudah diperingatkan karena melihat mereka sedang berteduh dibawah jemabatan (sasak Jukung) agar mereka segera naik keatas karena cuaca sedang hujan, biasanya kalau hujan turun maka akan terjadi banjir,”bebernya.(ton/kin).

Komentar

comments

Tagged with