FAKTANEWS
faktanews

Hati-Hati Penipuan Seminar, Oknum Mencatut ITS

Faktanews.co.id.- Wakil Rektor III Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya , Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD mengatakan ITS tidak terkait kegiatan seminar nasional kiat sukses menembus SNMPTN & SBMPTN yang menghadirkan narasumber Dr Setyadi Widyawawan ST MT.

Selain itu nara sumber Dr Setyadi Widyawawan ST MT. tidak pernah tercatat sebagai dosen di lingkungan ITS. Termasuk bukan alumni ITS.

Penipuan Seminar
Penipuan Seminar.

“Sudah kita cari di database, ternyata Dr Setyadi Widyawawan ST MT tidak tercatat sebagai dosen di ITS baik itu sebagai dosen tetap PNS, dosen tetap non PNS, maupun sebagai dosen luar biasa atau dosen tamu. Datanya pernah kuliah di ITS juga tidak pernah ada,” jelas wakil rektor yang membidangi SDM, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, Selasa (16/1/2018).

Untuk itu dia berharap masyarakat waspada kegiatan tersebut. “Di kepanitiaan pusat SNMPTN & SBMPTN pun tidak ada nama yang bersangkutan tercatat sebagai anggota panitia,” tutur Arif yang kebetulan juga didapuk sebagai panitia SNMPTN & SBMPTN 2018.

Lebih jauh menurut Arif, di susunan kepanitiaan SNMPTN & SBMPTN tidak pernah ada bagian pengolahan data primer seperti yang disebutkan oleh oknum tersebut.

“Tidak pernah ada bagian pengolahan data primer seperti itu di panitia SNMPTN & SBMPTN,” tukasnya.

Dilansir dari lensa Indonesia, Data yang berhasil dihimpun ITSAksi yang dilakukan diperkirakan sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. ada temuan beberapa edaran dan berita kegiatan di antaranya berita kegiatan seminar di Banjarmasin pada tanggal 11 Februari 2015, edaran acara tanggal 22 Oktober 2016 di Pacitan, edaran tanggal 19 November 2017 di Bengkulu, dan yang terbaru berita kegiatan seminar tanggal 8 Januari 2017 di Bandar Lampung. Semua kegiatannya ditujukan untuk siswa SMA dengan iming-iming diberi kiat khusus agar bisa lolos seleksi ujian SNMPTN & SBMPTN.

“Untuk itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan aksi yang dilakukan oleh oknum yang bersangkutan yang mengatasnamakan sebagai dosen ITS ini,” tegas Arif. (lic/ham).

Komentar

comments