Hasil Penghitungan Cepat Pilkada Di 17 Provinsi

Hasil Penghitungan Cepat Pilkada Di 17 Provinsi

Faktanews.co.id.- Perhitungan quick count Pilkada serentak 17 provinsi, Rabu (27/6/2018) dilakukan sejumlah lembaga survei dan sudah disampaikan ke publik, Puluhan pasangan calon pemimpin memperebutkan jabatan Gubernur  yang nantinya akan diumumkan KPU pada 9 juli 2018, namun hasil quick count memberi peta perhitungan dengan level kepercayaan public calon pemimpin mereka dimasing – masing daerah.

Berikut hasil perhitungan quick count 17 Provinsi.

  1. Pilkada 2018 di Sumatera Utara (Sumut). lembaga survey Indikator Politik hingga pukul 14.50 WIB, mencatat dari total suara yang masuk 57,67 persen, Eramas memeroleh 55,21 persen dan Djoss 44,79 persen.
  2. Pilkada di Sumatera Selatan (Sumsel). merupakan Pilkada paling ketat dalam dalam penghitungan susra cepat (quick count).

Dari data yang masuk 96,00 persen Lingkar Survei Indonesia (LSI), dua pasangan berkejaran dalam perolehan suara. Paslon Herman Deru-Mawardi Yahya meraih 35,54 persen, sedangkan Dodi-Giri 32,10 persen,

Sedangkan paslon nomor urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyudin 21,01 persen, dan nomor urut 2 Saifuddin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah di urutan buncit yakni 11,35 persen.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. menerima data sebesar 98,42  juga mencatat persaingan ketat duan pasangan dalam perolehan suara,Paslon nomor 1 Herman Deru-Mawardi Yahya 36,02 persen, nomor pasangan urut 4 Dodi-Giri 32,10 persen dengan 33,05 persen.

  1. Pilkada 2018 di Jawa Barat (Jabar). dari 89 persen suara quick count lembaga survei Charta Politika. Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum unggul dengan memperoleh 32,01 persenSementara peringkat perolehan suara kedua adalah Sudrajat – Ahmad Syaikhu memperoleh 29,55 persen. Pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi memperoleh 25,56 persen. Sedangkan pasangan Hasanah, TB Hasanuddin – Anton Charliyan yang diusung PDI-P mendapat  12,8 persen.
  1. Pilkada 2018 di Jawa Tengah (Jateng), dari suara yang telah masuk sebanyak 97,67 persen Ganjar-Yasin Unggul dengan memperoleh 58,59 persen Sudirman Said – Ida Fauziyah.
  2. Pilkada 2018 di Jawa Timur. Dari 92.75 persen suara yang telah masuk, Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak memperoleh 52,31 persen, sedangkan Gus Ipul-Puti 47,69 persen.
  3. Pilkada Provinsi Bali, I Wayan Koster – Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menang. 58,25 persen dari pesaingnya IB Rai Dharmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta.
  4. Pilkada 2018 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Masih 92,33 persen suara yang masuk, pasangan Zulkiflimansyah – Sitti Rohmi Djalilah unggul dengan perolehan 30,51 persen. Sedangkan pasangan nomor urut pertama, Suhaili Fadhil Thohir – Muhammad Amin 27,56 persen. Pasangan kedua, Ahyar Abduh – Mori Hanafi 25,19 persen. Sementara pasangan nomor urut 4, Ali Bin Dahlan – Gede Sakti Amir Murni mendapatkan suara paling sedikit, yakni 16,73 persen.
  1. Pilkada 2018 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat – Josef Nae Soi dengan perolehan 35, 67 persen. disusul Marianus Sae – Emi Nomleni PDI-P dan PKB 25,24 persen. Pasangan Esthon Foenay – Christian Rotok 21,07 persen dan Benny Kabur Herman – Benny Litelnoni 18,02 persen,
  1. Pilkada 2018 di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman unggul 42,2 persen, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar 27,1 persen, selanjutnya pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 20,2 persen, dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo 9,8 persen dengan persentase suara 99 persen.
  2. Pilkada 2018 di Sulawesi Tenggara (Sulteng). Pasangan Ali Mazi – Lukman Abunawas 42,52 persen. Rusda Mahmud – Laode M Sjafei Kahar Demokrat, PPP, dan PKB 32,46 persen. Asrun – Hugua 25,15 persen.
  3. Pilkada 2018 di Maluku Utara (Malut), Pasangan Abdul Ghani Kasuba – Yasin Ali unggul dengan perolehan 38,56 persen. Peringkat kedua pasangan Burhan Abdurrahman – Ishak Jamaluddin 30,86 persen. Sedangkan Ahmad Hidayat Mus – Rivai Umar 23,86 persen dan Muhammad Kasuba – Madjid Hussein 6,72 persen.
  1. Pilkada 2018 di Maluku. Pasangan Irjen Pol Murad Ismail – Barnabas N Orno unggul 40,5 persen. Said Assagaf – Anderias Rentanubu 31,9 persen. sedangkan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath 27,6 persen
  2. Pilkada 2018 di Kalimantan Barat (Kalbar). Pasangan Sutarmidji – Ria Norsan melenggang dengan raihan 50,2 persen. Di bawahnya Karolin Margret Natasa – Suryadman Gidot 42.92 persen dan pasangan Milton Crosby – Boyman Harun 6,87 persen.
  3. Pilkada 2018 di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasangan Isran Noor -Hadi Mulyadi 31,2 persen. Di bawahnya pasangan Rusmadi Wongso – Safaruddin 24,3 persen. Berikutnya Pasangan Syaharie Jaang – Awang Ferdian 23,1 persen, dan pasangan Andi Sofyan Hasdam – Nusyirwan Ismail 21,4 persen.
  1. Pilkada 2018 di Papua. Lukas Enembe – Kleman Timar dan pasangan John Wempi Wetipo – Habel Melkias. Karena masih terkendala karena faktor logistik dan konflik, masih ada dua kabupaten yang belum melaksanakan pilkada.
  2. Pilkada 2018 Lampung. Hasil sementara hitung cepat atau quick count Charta Politika dalam Pilkada Lampung 2018, dalam data terakhir Charta Politika yang masuk sebesar 100 persen,Rabu (27/6/2018), menunjukkan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim unggul memperoleh 36,75 persen. Kemudian disusul pasangan Herman Hasanusi-Sutono 27,6 persen, Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri 24,47 persen dan pasangan Mustafa-Ahmad Jaluli sebesar 11,18 persen.
  1. Pilkada 2018 Riau. hasil penghitungan cepat (quick count) lembaga Polmark Indonesia. Pasangan Syamsuar-Edy Natar dengan perolehan 38,17 persen suara. Posisi kedua diraih oleh pasangan petahana Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno. Pasangan yang diusung PDIP dan Golkar mendapat 24,35 persen suara.

Sementara itu, pemenang Calon Gubernur Sumatera Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya tak mau berlebihan  terkait dirinya menang berdasarkan hasil quick count (hitung cepat) .

Lebih jauh Edy berharap, Pilkada jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Sumut. Perbedaan dan keragaman masyarakat Sumut adalah modal besar untuk membangun wilayah ini lebih baik ke depan.

“Intinya, tujuannya bukan sekadar menjadi gubernur dan wakil gubernur saja. Bagaimana dengan legalitas kekuasaan yang diamanahkan, kami mampu menjadikan Sumut bermartabat sesuai visi dan misi kami,” kata Edy di kediamannya, Jalan Karya Bakti/Karya Amal, Kota Medan, Rabu (27/6/2018). (*fan)

Komentar

comments

Tagged with