Hasil Pengembangan KPK, Dua Kadis Di Jawa Timur Ditetapkan Jadi Tersangka

Hasil Pengembangan KPK, Dua Kadis Di Jawa Timur Ditetapkan Jadi Tersangka

 

Faktanews.co.id.- “Dalam pengembangan perkara tersebut, KPK menemukan dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka,”kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/7/2018) malam.

Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu terkait status hukum Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Mochamad Ardi Prasetiawan dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur M Samsul Arifien sebagai tersangka.

Keduanya jadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji anggota DPRD Provinsi Jawa Timur terkait fungsi pengawasan dan pemantauan oleh DPRD Jawa Timur terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan penggunaan anggaran di Jawa Timur Tahun Anggaran 2016-2017.

Saut menjelaskan, Ardi dan Samsul sebagai kepala dinas merupakan mitra kerja Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur diduga telah memberi hadiah atau janji terkait fungsi pengawasan dan pemantauan oleh DPRD Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan penggunaan anggaran di Jawa Timur Tahun Anggaran 2016-2017.

Ardi dan Samsul dijerat pelanggaran pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam hal ini Ardi dan Samsul diduga memberi uang ke Mantan Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochammad Basuki sejumlah 150 juta (Ardi memberi Rp 50 juta, Samsul Rp 100 juta).

Kasus suap menyuap ini hasil dari pengembangan operasi tangkap tangan KPK pada Juni 2017 di kantor DPRD Jatim dan Malang.

Saat itu, KPK mengamankan sejumlah pihak dan barang bukti uang Rp 150 juta dari tangan Rahman yang diamankan di ruang Komisi B DPRD Jatim.

Uang tersebut diserahkan oleh Anang sebagai perantara Bambang.

Pemberian ini disinyalir merupakan pembayaran triwulan kedua dari total komitmen Rp 600 juta berkaitan pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan anggaran di Provinsi Jawa Timur.

Penetapan keduanya Ardi dan Samsul menjadi tersangka menambah daftar 7 tersangka sebelumnya dari unsur DPRD dan Pemprov Jatim.

Tujuh orang tersangka sebelumnya telah divonis Pengadilan Tipikor Surabaya masing-masing Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochammad Basuki, Staf DPRD Jatim Rahman Agung dan Muhammad Santoso, anggota DPRD Jatim Mohammad Kabil Mubarok, Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heriyanto, PNS Dinas Pertanian Jatim Anang Basuki Rahmat dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Rohayati. (ko/yat).

Komentar

comments