Hadir Dalam Sidang Budi Pego, Massa Anti Tambang Tumpang Pitu Waspada Penyusup

Hadir Dalam Sidang Budi Pego, Massa Anti Tambang Tumpang Pitu Waspada Penyusup

Faktanews.co.id.(Banyuwangi) – Menyadari situasi bisa membuat tak terkendali, Warga Pesanggaran yang hadir dalam sidang kedua proses hukum Heri Budiawan alias Budi Pego terkait Logo mirip Palu Arit,Rabo Besok (20/9) akan mewaspadai muncul pihak-pihak yang masuk dalam kelompok mereka.

Sekitar tiga ratus orang warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dengan empat bus dan kendaraan pribadi akan berangkat menuju Banyuwangi pagi hari agar tidak terlambat melihat persidangan.

Aktivis dan masyarakat kontra tambang emas tumpang pitu tersebut akan datang di Pengadilan Negeri Banyuwangi dalam rangka melihat langsung persidangan kedua Budi Pego, untuk memberikan dukungan moral terhadap koleganya tersebut.

Budi Pego saat ini menjadi tersangka dalam kasus munculnya Palu Arut dalam demo anti tambang 4 April 2017 lalu.

“Sekitar tiga ratus hingga empat ratus orang warga sekitar penambangan hadir di pengadilan besok,” kata Amrulloh SH salah satu kuasa hukum Budi Pego, Selasa Sore (19/9).

Ditanya kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi, Amrulloh berupaya sedemikian rupa mengantisipasi guna membantu meniadakan bentrok dengan pihak lain ataupun penyusup yang mungkin akan masuk untuk menciptakan situasi tertentu.

“kita akan sterilkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan keadaan ini menjadi chaos ataupun pihak yang ingin menyusup untuk hal tidak kita inginkan bersama,”tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sidang pertama di Pengadilan Negeri Banyuwangi,Kamis (14/9) diliputi rasa mencekam akibat yang terlibat pro kontra yang sama – sama mengerahkan massa.

Dua kubu pro kontra ini sebenarnya sama-sama anti PKI.

Namun dalam persoalan proses hukum Budi Pego pemimpin demo anti tambang tumpang pitu yang diketahui ada spanduk logo Palu Arit terdapat beda sudut pandang.

Satu sisi NU,PP, Forsuba, FUI mendukung penahanan dan proses hukum Budi Pego.

Disisi lain, aktivis lingkungan hidup dan warga Pesanggaran dekat penambangan emas Gunung Tumpang Pitu menilai karena belum ditemukan siapa yang membuat Logo Palu Arit, Penahanan dan proses hukum Budi Pego bermotip skenario kriminalisasi terhadap warga kontra tambang agar tidak melanjutkan gerakan Anti penambangan.

Budi Pego merupakan salah satu dari empat tersangka kasus logo palu arit.

Keempat tersangka merupakan warga Pesanggaran kontra penambangan emas gunung tumpang Pitu.

Logo Palu Arit baru pertama muncul diantara rentetan demo aksi tolak tambang emas digunung tumpang pitu itu juga menetapkan tiga tersangka lain (Andrean, Trimanto dan Ratna) saat ini berkasnya masih dalam proses pihak Kepolisian Polres Banyuwangi.

Terkait tersangka Budi Pego pihak Kejaksaan menjerat dengan pasal 107 UURI No. 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP Kejahatan Keamanan Negara Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.(kin).

Komentar

comments

Tagged with