Guru Ngaji Merasa Tak Bersalah Konsumsi dan Jual Sabu Kepada Santri

Guru Ngaji Merasa Tak Bersalah Konsumsi dan Jual Sabu Kepada Santri

Faktanews.co.id.– AM (46), warga Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, nampak tak punya beban meski harus ditangkap polisi karena mengonsumsi narkoba jenis sabu sekaligus menjadi bandar penjualan barang haram tersebut.

AM yang diketahui merupakan Ustaz bernama Ahmad Marzuki, pengajar di sebuah pondok pesantren di Bangkalan, Madura, Jawa Timur kini harus ditahan polisi karena mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu kepada para santrinya.

Ironisnya, laki yang akrab dipanggil dengan sebutan Bindara Mat, ini merasa menkonsumsi sabu tidak dilarang dalam agama, dia berdalih  sebagai pemeluk agama Islam, tidak ada larangan mengonsumsi sabu dalam kitab suci Alquran.

Dengan menggunakan Sabu dia merasa lebih bersemangat mengaji.

Bahkan, saat dilakukan konferensi pers di depan sejumlah wartawan, ia tetap mengaku sabu tersebut legal.

“Saya tahu sabu memang dilarang digunakan oleh negara, namun saya tidak menemukan dalilnya di Alquran,” kata Bindara Mat, konferensi pers di depan sejumlah wartawan, (22/1/2020).

Sementara itu, Kapolres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Rama Samtama Putra mengatakan, ustaz Ahmad Marzuki sebelumnya sempat kabur selama 2 bulan.

Masih dalam rangkaian kasus ini, sebelumnya, Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Polsek) Kwanyar menangkap 2 pria warga Kecamatan Kwanyar berinisial RZK (26) dan MKRB (23).

Keduanya ditangkap ketika tengah mengkonsumsi sabu di rumah bindara Mat di Dusun Pas Segemek, Desa Pesanggrahan, Kwanyar pada Rabu malam (06/11/2019) lalu.

Saat itu Bindara Mat tidak ditemukan di lokasi dan akhirnya dia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), karena melarikan diri ke luar Bangkalan.

Polisi menangkapnya saat dia pulang ke Kwanyar menghadiri pemakaman salah satu tokoh di Bangkalan,(20/1/2020).

Bindara Mat (Ahmad Marzuki) dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dia terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Tersangka AM sebelumnya kabur, dan berhasil kami amankan di Kwanyar seusai prosesi pemakaman itu,  tersangka ini berpandangan kalau mengisap sabu ini tak diharamkan,” katanya. (mam/kin).

Komentar

comments

Tagged with