Guru Jadi Tersangka, Polisi Digugat Praperadilan

Guru Jadi Tersangka, Polisi Digugat Praperadilan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Peningkatan status tersangka Arya Abi Sanjaya (22) Guru yang mencukur petal-petal sejumlah murid berujung gugatan Praperadilan kepada Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik HZ cq Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setya Budi.

“Sudah kita ajukan permohonan Praperadilan agar semua jelas dimata dimata hukum,”kata Ikbal SH diamini Gerbong Rifai SH, kepada sejumlah Wartawan di Pengadilan Negeri Banyuwangi,(26/6/2019).

Ikbal dan Gembong Rifa’i merupakan dua Advokat dari enam Advokat lain Saigful Bahri SH.MH. Pungki Sandra SH. Pieter SH. Rizal Fiska A. SH yang mendampingi hukum Guru Olah raga yang harus diperiksa polisi menyusul sejumlah wali murid melaporkannya karena tak terima anak dicukur petal – petal pada kegiatan ekstrakurikuler olah raga bela diri pencak silat Jum’at sore hari (8/3/19) yang  menurut mereka anaknya enggan masuk sekolah karena malu.

Puluhan orang didominasi ibu-ibu dan anak anak sekolah berseragam merah putih ramai-ramai melaporkan guru olah raga SDN 2 Patoman Blimbingsari, Arya tersebut di Mapolsek Rogojampi sejak pukul 08.00 (11/3/19) lalu.

Selain dilaporkan kepada polisi, akibat hal itu ada oknum aparat melampiaskan dengan menganiaya Guru (Arya) di sekolah tempat dia mengajar.

Terkait Praperadilan kepada polisi yang memutuskan guru tersebut menjadi tersangka, Ikbal dan Gembong mengatakan, ada beberapa alasan pihaknya mempersoalkan status tersangka tersebut.

Seperti Barang bukti gunting dan hanya rambut beberapa helai rambut lurus dan gunting

“Yang dipotong kurang lebih lima belas, masak rambutnya sejenis, dan tidak ada tes DNA terkait rambut siapa itu,”katanya.

Ikbal menambahkan tidak ada bukti hasil pemeriksaan psikologi terkait dampak psikis akibat hal itu.

“Faktanya anak-anak tersebut tetap sekolah dan Ceria,”ungkapnya.

Hal lainnya menurut Gembong, Kepala sekolah yang katanya memerintah untuk mencukur tidak pernah dipanggil dan diperiksa untuk memberikan keterangan dalam kasus tersebut.

Menurutnya, gelar harus memeriksa dengan dugaan pasal 80 ayat 1 UU perlindungan anak Jo pasal 64, sedangkan pemeriksaan memeriksa dengan dugaan tindak pidana pasal 80 ayat 1 Jo pasal 55.

“Pasal 64 itu beberapa perbuatan dipilih salah satu hukuman terberat, nah ini pasalnya cuma satu dan gak ada pilihan, penerapan pasal 55 juga bukan hasil gelar sesuai surat panggilan pemeriksaan tersangka,”pungkasnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with