Guru Cukur Petal Di Vonis Percobaan

Guru Cukur Petal Di Vonis Percobaan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sempat ditahan Kejaksaan, kasus yang sempat dinilai Kontroversi Guru mencukur petal murid dipidanakan, berujung salah satu guru olah raga honorer terdakwa Arya Abri Sanjaya divonis hanya dihukum percobaan dan tidak harus masuk penjara.

Guru olah raga SD Negeri 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi itu di Vonis 8 bulan masa percobaan 1 tahun oleh Majelis hakim pengadilan Negeri Banyuwangi,(7/1/2020).

Dengan vonis tersebut guru olah raga SD tidak harus masuk dipenjara bila selama dalam kurun waktu 1 tahun dia tidak melakukan tindak pidana.

Dalam sidang yang diwarnai aksi dukungan sejumlah guru PGRI Banyuwangi dan PSHT terhadap Arya dan dua guru Ekstrakulikuler tersebut, hakim mengungkap Arya
yang menyampaikan perintah kepala sekolah agar guru ekstrakuler silat untuk mencukur rambut murid.

Dengan hal itu Arya menurut majelis hakim yang diketuai Luluk Winarko SH, tetap dianggap melakukan cara yang salah (cukur petal) dalam tujuan pembinaan.

“Dalam kejadian cukur petal klien saya dianggp melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak,”kata Gembong Rifai salah satu kuasa hukum Arya.

Sebelumnya Arya dituntut 10 bulan dan dua guru ekstrakuler dua pelatih silat Rizki Maulana dan M. Jaka Samudera sempat ditahan Kejaksaan Negeri Banyuwangi ketika diketahui ketiganya dinilai penyidik melanggar pasal 170 tentang penganiayaan namun ditamgguhkan ketika berkas dilanjutkan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Oleh JPU Ari Dewanto SH, Arya dituntut 10 bulan, sedangkan dua pelatih silat Rizki Maulana dan M. Jaka Samudra dituntut 6 bulan penjara.

Sementara putusan PN Banyuwangi memancing beberapa penggguna medsos untuk berkomentar.

Gimana mau punya generasi bangsa yg baik klw di didik justru yg mendidik terkena pidana.

Sekolah di rumah biar di ajar Ama bapak ibunya, kalo bisa baru boleh hukum itu guru. 8bulan hukuman, 1 tahun masa percobaan. Bisa” rambut tu anak gondrong kalo di biarin, lah gurunya di hukum.

Dasar jaman now kakean dolenan hp dadi wong tuane do pekok

Cah 90an di gepuk drijine karo penggaris biasa ae.. loss ora rewel,”” tulis Budhi ajja dalam medsosnya.

“ahhhhhh kayane wali murid e biyen ki ra tau sekolah ngunu ia dadi ra tau mambu rasane penggaris kayune guru jaman biyen dadi sak iki koyo” syogggg ngunu apa yak 😏😏”kata lainnya.

“Sekolah dirumah, biar diajar ama bapak ibunya,”kata akun FB suci fatmalawati

Sementara itu, Ikbal SH kuasa hukum Arya lainnya dalam wawancara eksklusif mengatakan, dengan hukuman percobaan atau tidak ditahannya Arya dalam putusan pengadilan, tim nya berupaya untuk melakukan gugatan lainnya.

“Jaksa sudah nahan kurang lebih 10 hari, kemungkinan kita akan upaya gugatan ganti rugi dengan dasar putusan percobaan ini,”katanya.(kin)

Komentar

comments

Tagged with