Geram Demi Harga Diri Membunuh Pemerkosa Istri, Suami Terancam Penjara Seumur Hidup

Geram Demi Harga Diri Membunuh Pemerkosa Istri, Suami Terancam Penjara Seumur Hidup

Faktanews.co.id.-(Probolinggo)–Tak ada kekerasan dan apalagi pembunuhan yang dibenarkan secara hukum, hal ini harus diterima Nanang Budianto (25) warga Desa Leces, Kecamatan Leces, Probolinggo yang diancam hukuman seumur hidup karena menggunakan senjata tajam untuk membunuh Slamet Widodo (29), pelaku yang berkali-kali memerkosa istrinya Juliana (22).

Nanang membunuh Slamet (korban) karena tidak terima istrinya, Juliana hendak diperkosa untuk ketiga kalinya oleh Slamet pada Sabtu (23/11) pagi.

“Mungkin karena benci dan dendam. setelah memergoki istrinya akan disetubuhi lagi, pelaku menghabisi nyawa korbannya dengan sebilah celurit,” terang Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto,  dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Rabu (27/11/2019).

Hasil penyidikan kata Eddwi terungkap, sebelum hari pembacokan itu, Nanang sudah mengingatkan Slamet agar tidak mengganggu istrinya lagi.

Namun Slamet kembali datang menemui Juliana untuk menyalurkan nafsu birahinya dan Nanang geram mendapati baju istrinya diploroti oleh korban, spontan pelaku menebaskan celurit hingga korban terkapar di ruang tamu rumahnya.

“Istrinya pelaku dua kali diperkosa, yang pertama di dapurnya, yang kedua di ruang tamunya. Nah saat mencoba memperkosa yang ketiga kalinya, perbuatan korban kepergok pelaku yang baru pulang mancing,” terangnya.

Lebih jauh pelaku Nanang dijerat pasal  340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup.

Karena hasil penyidikan juga menyatakan, sejak tahu istrinya ‘dikerjai’ korban, pelaku selalu membawa celurit sebagai antisipasi.

“Setelah pemerkosaan yang kedua, pelaku sempat menelpon korban agar tak mengggangu istrinya lagi. Sebagai jaga-jaga, pelaku sejak saat itu selalu membawa senjata tajam, kemananpun dia pergi,” ujar Eddwi.

Hasil penyidikan juga tak menemukan indikasi perselingkuhan antara korban Pembunuhan Slamet dengan istri pelaku. Hal itu diketahui setelah penyidik memeriksa istri pelaku. “Tidak ada perselingkuhan, tetapi pemerkosaan,” Eddwi menegaskan.

Hal ini juga diperkuat oleh Nanang Suami Juliana. “Tidak ada, saya percaya sama istri saya,” ujar Nanang yang menggunakan baju tahanan saat rilis di Mapolres Probolinggo.

Sementara itu, terkait kejadian tersebut  medsos masih ramai apa yang dilakukan Nanang upaya harga diri suami karena Istrinya diperkosa.(pa/*ham).

Komentar

comments

Tagged with