Dispenda Akan Pasang Tax Monitor Dihotel, Restoran, Rumah Makan dan Tempat Wisata

?????????????

Fajar Suasana

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Beberapa tahun terakhir capaian target penerimaan asli daerah (PAD) Banyuwangi dari penerimaan pajak telah melampaui target.

Tahun 2013 lalu, dari target perolehan PAD Rp. 171,6 miliar Pemkab Banyuwangi berhasil terealisasi Rp. 183,02 miliar (106,6 persen). Tahun 2014 dari target Rp. 225, 1 miliar terealisasi Rp. 283, 3 miliar atau tercapai sebesar (125, 86 persen).

Kenaikan target nominal pendapatan dari sector pajak yang seiring dengan keberhasilan peningkatan persentasi perolehan juga terjadi pada tahun 2015. terbukti dari target Rp. 303,2 M terealisasi Rp. 346,7 M, atau (144,3 persen).

Sementara itu sampai dengan bulan Maret tahun 2016 ini, capaian PAD dari target Rp. 307,1 miliar sudah terkumpul Rp. 112,1 miliar atau sudah tercapai 36,52 persen.

“Capaian PAD yang cukup tinggi, justru membuat kita termotivasi untuk tetap menggali potensi pajak yang masih kurang tersentuh. evaluasi juga tetap dilakukan terhadap pemasukan pajak yang masih bisa digarap secara maksimal,” kata Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Banyuwangi, Fajar Suasana.

Fajar tak menampik, beberapa potensi sasaran perolehan PAD yang saat ini masih belum maksimal.  oleh karenanya pihaknya telah berupaya memaksimalkan fokus penerimaan pajak sperti sektor pajak hotel dan restoran, hingga warung dan tempat wisata yang mulai ramai dikunjungi wisatawan.

“Menurut BPK, Banyuwangi masih harus bekerja keras untuk menggarap potensi-potensi pajak yang saat ini masih belum tersentuh,” kata Fajar.

Lebih jauh Bagian dari konsep maksimalisasi penerimaan pajak adalah pengawasan terhadap pendapatan riil wajib restribusi atau wajib pajak yang dipantau langsung oleh Dispenda. Dengan begitu wajib pajak tidak bisa menghindari kewajiban yang harus dibayarkan.

“Ke depan pemerintah akan menerapkan tax monitor yang dipasang di sejumlah hotel dan restoran. Tax monitor ini sejenis sistem yang langsung terkoneksi dengan server Dispenda, yang fungsinya untuk memonitor pendapatan riil hotel maupun restoran,” pungkas Fajar.

H. Sutjiati

H. Sutjiati

Sementara itu, guna memotivasi wajib pajak, setiap tahun Pemkab. Banyuwangi tak lupa memberikan penghargaan (Reward) kepada pengusaha atau lembaga masuk kriteria kepatuhan kewajiban membayar pajak, pengelolaan managemen dan pelaporan keuangannya.

Dari nama –nama usaha yang mendapat Reward tersebut belum terdapat nama rumah makan yang cukup terkenal di Banyuwangi, seperti rumah makan Bajak laut, Rawon bik Atik serta Rumah makan pesona, Aamdani Rumah Makan Jamilah yang berada di Kecamatan Genteng dst.

Belum lagi nama usaha lain, Indomart, Alfamart, ataupun Vionata yang selalu padat pengunjung hingga sering membuat jalanan macet juga masih belum tercatat sebagai pihak yang menerima Reward.

“Pada periode 2015 hingga Maret 2016, sejumlah usaha menjadi wajib pajak terbaik. Seperti Wisata Pulau Merah Banyuwangi, reward adalah Hotel Santika, Hotel Ketapang Indah, restoran KFC Roxy Mall, rumah makan pecel ayu, warung mie nyonyor, karaoke mendut, dan New Star Cineplex,” jelas Kabid pendataan dan Penetapan Dispenda Banyuwangi Hj. Sutjiati kepada faktanews.co.id. (2/6). (makin)

Komentar

comments