Gara-gara Status Twitter, Ahmad Dhani Didakwa Langgar UU ITE Terancam 6 Tahun

Gara-gara Status Twitter, Ahmad Dhani Didakwa Langgar UU ITE Terancam 6 Tahun

Faktanews.co.id.- Dikaitkan melakukan ujaran yang menimbulkan kebencian (hate speech), musisi Ahmad Dhani menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, (16/4/2018).

Dalam agenda sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedyng Wibianto, membacakan dakwaan dan pasal yang menjerat Ahmad Dhani.

Ini buntut Dhani dilaporkan Jack Lapian, terkait status di akun media sosial Twitternya, @AHMADDHANIPRAST, pada 6 Maret 2017.

Saat itu dia menulis kicauan yang menyebut, ‘Siapa saja yang dukung Penista Agama adalah Bajingan yang perlu diludahi mukanya’.

Laporan yang dilakukan pada Kamis 9 Maret 2017 itu diterima dengan nomor LP/1192/III/ 2017/PMJ/Dit Reskrimsus.

Jack Lapian merupakan relawan Basuki-Djarot atau BTP Network ke Polda Metro Jaya.

“Saudara Dhani kami dakwa dengan Pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP,” kata Jaksa Dedyng  membacakan berkas dakwaan,(16/4/2018).

Ahmad Dhani terancam hukuman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda 1 Miliar.

Sebelumnya Penyidik sudah menemukan bukti masing-masing Screen Shoot Twitter atas nama Ahmad Dhani pras, satu unit HP berikut sim card, email beserta password. Kemudian, satu akun twitter ADP.

Menurut Jaksa, ada tiga cuitan Ahmad Dhani yang dinilai sarat dengan ujaran kebencian, pertama; “yang menistakan agama si Ahok, yang diadili KH Marif Amin,”

Kedua; “siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya”.

Ketiga; “sila pertama ketuhanan yang maha esa, penista agama jadi gubernur, kalian waras”.

Dalam berkas dakwaan pula diketahui, Ahmad Dhani tidak sendiri dalam mengunggah cuitan.

Bersama admin twitter pribadinya bernama Suryo Pratomo Bimo, cuitan tersebut diunggah ke dunia maya.

“Saudara Dhani meminta langsung kepada admin bernama Saudara Bimo untuk menggunggahnya. Kata-kata tersebut persis seperti dikirimkan Dhani lewat pesan whatsapp. Saudara Bimo dipekerjakan dan digaji perbulan oleh saudara Dhani,” jelas Dedyng.

Sementara itu, sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi.

memberi waktu sepekan untuk Dhani dan kuasa hukumnya menyiapkan berkas pembelaan.

“Diberi waktu seminggu ya, dengan ini sidang selesai,” tutup Hakim Ketua Majelis Ratmoho mengetuk palu penutup sidang. (li/hay).

Komentar

comments

Tagged with