Gara-Gara Gambar Mirip Palu Arit, Budi Bego Dihukum 4 Tahun Akan Dieksekusi

Gara-Gara Gambar Mirip Palu Arit, Budi Bego Dihukum 4 Tahun Akan Dieksekusi

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Putusan Mahkaman Agung yang menyatakan bersalah dan menghukum empat tahun Heri Budiawan alias Budi Pego (38) terkait aksi penolakan penambangan emas gunung tumpang pitu menarik simpati

Sejumlah massa tolak tambang emas Tumpangpitu, Kamis (27/12) mengelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, KamisĀ (27/12).

Kedatangan mereka adalah bentuk solidaritas atas kasus hukum yang menimpa Budi Pego warga Dusun Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, yang menurut mereka tidak adil.

Massa berorasi melakukan ‘long mach’ dari Lapangan Diponegoro menuju kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, membawa beberapa sepanduk bertuliskan ‘Tolak Tambang Emas Tumpangpitu’. Di depan kantor kejaksaan.

“Perusahaan Tambang Emas Tumpangpitu telah mengkriminalisasi warga dekat gunung tumpang yang aktivis lingkungan. Kita tetap tolak tambang emas Tumpangpitu,” teriak salah satu orator dalam aksi.

Mereka juga melakukan aksi dan orasi di Depan Kantor Bupati Banyuwangi menurut mereka alih fungsi hutan lindung yang dijadikan lahan produksi di Tumpangpitu yang merugikan rakyat tersebut sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Bupati Banyuwangi.

“Mestinya hal itu tidak dilakukan di Banyuwangi, karena warga yang menjadi korban,” ungkap Suko.

Seperti diketahui, Budi Pego dikenal publik merupakan salah satu warga sekitar gunung tumpang pitu menjadi aktivis yang getol menolak tambang emas Tumpangpitu di desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Budi Pego terjebak kasus hukum dan telah divonis 10 bulan penjara, karena dalam aksi demo yang dilakukan 4 April 2017 lalu, terdapat sepanduk tolak tambang berlogo mirip palu arit.

Budi Bego di dakwa melanggar pasal 107 huruf UU no 27 tahun 1999 yaitu tentang perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamaanan Negara.

Setelah menjalani masa tahanan di Lembaga pemasyakatan Banyuwangi selama 10 bulan, pada akhirnya Budi Pego dinyatakan bebas Tanggal 1 Juli 2018.

Namun disela-sela dipenjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Cahyono SH MH, mengajukan banding menyusul vonis PN jauh lebih ringan dari tuntutannya 8 Tahun penjara.

Dalam Proses hukum ditingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) justru memutuskan hukuman selama 4 Tahun penjara untuk aktivis tersebut.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi Thoriq Mulahela, SH menjelaskan, perkara Budi Pego sudah incrah, kasasinya sudah keluar dan pihak kejaksaan sudah melayangkan surat panggilan ke terdakwa untuk dilakukan eksekusi.

“Kita akan lanjutkan panggilan lagi. Apabila tidak hadir, maka akan kami jemput paksa,”katanya.(kin).

Komentar

comments