GAPASDAP Banyuwangi: Pengusaha Kapal Kejar Deadline

Ketua GAPASGAP Banyuwangi, Novi Budianto

Ketua GAPASGAP Banyuwangi, Novi Budianto

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Ketua gabungan pengusahan angkutan sungai dan danau (GAPASDAP) Banyuwangi Novi Budianto mengatakan, Larangan layanan kapal LCT menjadi kapal KPM sesuai Surat keputusan direktur jenderal perhubungan darat no SK. 885/AP. 005/DRJD/2015  telah mendapat respon di dunia usaha perkapalan penyeberangan

Guna merealisasikan larangan pengoperasian kapal landing craff tank(LCT), sejumlah pengusaha kapal telah melaksanakan pembaharuan dengan merubah atau mengganti menjadi KMP guna mendukung layanan penyeberangan dari pelabuhan ketapang Banyuwangi menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Novi tak memungkiri untuk perubahan dari kapal LCT menjadi kmp selain memerlukan kesiapan dan butuh waktu. pembuatan kontruksi Ramdoor satu unit kapal makan biaya 6-7 milyard. satu unit Pekerjaan konstruksi kapal membutuhkan waktu hingga 6 bulan .

Untuk mengejar deadline tanggal 9 agustus 2015 pihak pengusaha tidak terpaku pada satu dok kapal. “Dalam surat keputusan larangan pengoparisan kapal LCT, menjadi KMP di beri deadline sampai tanggal tanggal 9 mei, Namun pihak perhubungan memberi toleran sampai tanggal 9 agustus 2015,” katanya kepada faktanews.co.id.

Meski sempat terjadi mogok masal Kapal LCT membuat antrian panjang mobil yang akan menyeberang ke bali. Namun menurutnya akhirnya para pengusaha kapal memahami penerapan aturan baru pelayaran.

Terbukti Novi merincikan di Banyuwangi sendiri sedikitnya kapal LCT yang beroparasi di selat bali sebanyak 14 unit kapal, Dari 14 kapal LCT Sebagian besar diantaranya telah berupaya menyangggupi perubahan bahkan pengusaha kapal penyeberangan mengejar waktu deadline sesuai sk tersebut.

“Dalam pelaksanaanya dari 14 unit kapal LCT yang beroprasi di selat bali 12 unit kapal yang mulai di perbaharui. Dua unit kapal yang tidak dirubah akan di ganti karena terlalu kecil dan drafnya terlalu rendah,” katanya.(yak).

Editor : Makin

Komentar

comments

Tagged with