Galian C Parangharjo Bandel

Galian C Parangharjo Bandel

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Kendati sudah didatangi dan dipanggil oleh pihak Satpol PP Banyuwangi, pertambangan/galian C di Dusun Krajan Timur Desa Parangharjo Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi, masih saja terus berlangsung seperti tak kebal menggubris.

“Sudah kita utus anggota Senin (25/3/19) untuk menemui pemilik tambang dan kita minta datang ke kantor. Jika tidak segera datang, akan kita tutup galian tersebut,” kata Kasatpol PP Banyuwangi Anacleto Da Silva kepada wartawan Selasa (26/3/19) sore.

Seperti diketahui, Galian C yang diduga belum berijin lengkap itu membuat resah warga masyarakat setempat utamanya yang berdekatan lokasi galian tersebut serta pengguna jalan disekitar yang terganggu dengan hilir mudik truck bermuatan galian C tersebut.

“Galian C ini sudah beroperasi sejak tanggal 20 Pebruari lalu, masyarakat disini sangat terganggu. Daerah aliran sungai (DAS) rusak, air yang dipergunakan warga sebelumnya jernih airnya sekarang menjadi keruh dan berwarna coklat akibat pertambangan,” keluh salah satu warga setempat.

Warga setempat Hadi mengatakan, akibat getaran aktivitas alat berat bego, dinding rumahnya menjadi retak.

“Posisi tanah yang di keruk dengan alat berat bego sangat dekat dengan dinding belakang rumah, Aktivitas belajar mengajar saya sebagai guru juga menjadi terganggu,”katanya.

Sementara itu, beberapa warga yang merasa berang dengan dampak galian c yang diduga belum beriijin lengkap itu menemui Panji, Kepala Desa Parangharjo, Panji. namun penambangan itu terus beroperasi hingga sekarang.

“Beberapa kali saya melihat Pak Kades turun ke lokasi tambang, tetapi tidak ada tindakan seperti yang diharapkan warga. Menurut dugaan saya, Pak Kades ini sudah ada kerja sama dan mengijinkan beroperasinya tambang tersebut,” duga Hadi Yitno.

Pantauan dilapangan, bibir sungai sempalan dari Sungai Kalibadeng itu terlihat rusak akibat pengerukan material pasir oleh alat berat bego.

Air sungai keruh dan tak sedikit sumur warga sekitar menjadi kering karena menyusut sumber airnya.(id/kin).

Komentar

comments